DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 WA
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Gunung argopuro

cikasur Argopuro

bunker kaliadem

gunung merapi

gunung lawu

PosIV CemoroKandang

gunung semeru

danau ranukumbolo

Gunung lawu

posIV cemoro sewu

Jumat, 29 Januari 2016

Nggembel di Gunung Semeru 2001

     

  Saya masih ingat saat itu masih kelas 3 sma, di tahun 2001,  mendekati datangnya  hari lebaran , tiba - tiba  temen saya  datang, ngajakin naik gunung ke semeru, padahal duit di kantong cuman ada 80 ribu, kata dia, "cukup kok uang segitu" ,tenang ajaa,Ucapnya sambil meyakinkanku. Singkat cerita tibalah pada hari yg sudah ditentukan, tepat pada hari ke-3 setelah lebaran, kami berkumpul di stasiun jebres sebelum maghrib,setelah cek perbekalan dan bayar patungan uang 50rb untuk biaya transport . Kami berangkat naik kereta Gaya baru malam, kami memang sengaja tidak membeli karcis alias bayar diatas demi menghemat anggaran,dan juga saat itu sistem di KAI belum seketat sekarang. Sampai di surabaya sekitar pukul 3 pagi, karena blom ada transport kami memutuskan untuk jalan kaki ke terminal .
 Dari terminal surabaya kita naik bus arah probolinggo, turun di senduro lanjut naik truk ke ranupane.di sepanjang jalan kami di suguhi pemandangan yg cantik. Melewati pemukiman penduduk khas probolinggo,yg mrpkn penghasil mangga.dan hampir di tiap rumah bisa ditemukan pohon mangga yg sdg berbuah.Menjelang tengah hari kami tiba di basecamp ranupane. Setelah mendaftar di sekretariat dan dicek perbekalan oleh petugas, kami langsung bergegas berangkat memulai pendakian.kami disuguhi trek hutan basah dan jalan setapak,yg sesekali terhalang oleh pohon besar yang tumbang,sehingga kita harus berjalan satu 2 untuk melewati celah sempit akibat dari pohon yg tumbang tadi. 

Menjelang senja, dikejauhan Nampak semburat hijau kekuningan diterpa matahari senja, sejauh mata memandang yang nampak hanya keindahan,kemarin aku hanya bisa bermimpi , tapi sekarang membentang dihadapan,  danau ranukumbolo, yach ini bukan mimpi, ini kenyataan ... aku menghirup udaranya,  minum airnya dan bermalam di tepinya..sungguh indah menghabiskan malam disini, dibawah bintang-bintang kami menikmati kopi susu hangat sambil bercerita tentang harapan dan cita cita yg akan kami rengkuh,nanti setelah turun dari gunung.
Rombongan kami 11 orang, dan hanya ada satu orang cewek, Mira namanya,selain menjabat menteri keuangan dia juga m
enjadi kepala chef,dialah juga yang menjadi penguasa tenda dom,sedangkan yg lain tidur diluar  berselimutkan sleeping bag,  beruntung malam itu cuaca cerah.jadi kami semua bisa tertidur dgn pulas.
Pagi perlahan menjelang, baru saja membuka mata kami sudah disuguhi pemandangan yg eksotis,sekumpulan burung belibis sedang bermain - main air persis di depan kami, wow sungguh pemandangan yang eksotis dan jarang ditemui tentunya. Burung belibis ini biasanya hanya singgah sebentar , dari asalnya australia,mereka bermigrasi untuk mencari tempat tinggal yang nyaman dari suhu yg extrem,
Menikmati sunrice di ranukumbolo sambil ngopi,adalah moment terindah dalam hidup, udara pagi yang dingin pun pecah saat semburat orange kemerahan muncul di ufuk timur,dan perlahan menjadi bulat sempurna,wonderfull..lanjut sarapan pagi ala cheft mira, mengantar perjalanan kita hari ini, menuju pos selanjutnya
. 

Perjalanan dimulai dengan mendaki tanjakan cinta, dan menyusuri oro2 ombo, hingga sampailah kami di kalimati untuk mengisi air. Sumber air di kalimati merupakan sunber air alami yg memancar langsung dari bukit yg airnya jernih dan kandungan mineralnya masih banyak.lokasi sumber air ini agak tersembunyi, namun susah payah itu akan terbayar saat kita sampai di lokasi.
Selesai rehat, perjalanan kembali dilanjutkan, hingga petang menjelang sampailah kita di arcopodo,disinilah kita akan membuat bivak untuk beristirahat pada malam ini. Sore itu gerimis kecil,menyambut kedatangan kami di arcopodo 
Selesai makan malam kami harus tidur semua, karena kami harus bangun jam 2 untuk  start berangkat lagi menggapai puncak dimahameru.
Alhamdulillah  jam 2, kamipun sudah bersiap2 untuk berangkat.


Setelah berdoa, kami bersebelas,mulai melangkahkan kaki menggapai puncak tertinggi di pulau jawa. kabut tipispun turun perlahan,menyambut langkah kami yang mulai memasuki trek berpasir.
disinilah kesabaran kita diuji, karena setiap kita melangkah sekali,akan merosot lagi  dan begitu terus selanjutnya.
hanya pejuang yg tangguh dan punya keinginan yg kuatlah yang bisa menjejakkan kakinya di puncak..
yg niatnya cmn setengah2 bisa dipastikan akan berhenti di tengah jalan..
karena trek arcopodo mahameru adalah trek yang tersulit dari seluruh jalur yg ada di semeru ini.
disinilah batas kesabaran dan nyali kita diuji. trek melelahkan ini akhirnya bisa kita tuntaskan selama hampir 4 jam ,kerlap kerlip lampu kota jadi view yang indah ,menjadi penawar lelah perjalanan menuju puncak. dalam hati seakan masih belum percaya ,aku sudah mencapai puncak tertinggi di pulau jawa..sujud syukur dan sholat subuhpun, begitu syshdu digelar ,
bagaimana tidak, baru pertama kalinya aku sholat ditempat tertinggi di tanah jawa ini ,
suasana pagi itu, cukup ramai dengan pendaki yg mulai memadati puncak mahameru.. langit mulai berkilat 2 tanda sebentar lagi sunrice mulai muncul..




Jumat, 08 Januari 2016

Argopuro: menelusur jejak kejayaan putri rengganis diantara langkah dan lelah yang menjadi cerita


   Perjalanan ini dimulai dari stasiun Jebres solo turun di Malang. Di dalam kereta kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Jakarta, yang kebetulan punya tujuan yang sama yaitu Gunung Argopuro.

Akhirnya kami memutuskan untuk bergabung menjadi satu rombongan dengan mereka. Perjalanan semakin  tambah ramai tentunya, setelah kita  gabung dengan rombongan Jakarta. Jumlah kami menjadi 12 orang sekarang.Turun dari kereta kami lanjut naik bus dari Malang ke Probolinggo. Dan sambung lagi dari Probolinggo ke alun - alun Besuki.
   Langit menjelang senja, saat kami tiba di alun2 besuki, disini kami transit sejenak menunggu angkutan ke basecamp Baderan datang.Kebiasaan penduduk lokal disini, mereka doyan banget berkumpul di pinggir taman kota untuk menikmati kopi hitam, yang rasanya tentu saja punya keunikan tersendiri dan tidak akan ditemui ditempat lain. Sambil ngopi, biasanya ditemani aneka gorengan khas besuki, yang rasanya lezat sekali hingga membuat kami pengen nambah lagi.
ALUN - ALUN BESUKI


   Suasana religius tampak sekali di kota ini, lantunan ayat- ayat suci alquran terdengar mengalun merdu dari masjid agung Besuki membelah malam di alun - alun besuki. Wanita disinipun kebanyakan juga mengenakan hijab.

Selesai makan dan jalan- Jalan di kota besuki,kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Baderan. Sudah jam 9 malam saat kami tiba di basecamp,kami istirahat dulu sejenak agar besok pagi bisa kembali bugar untuk mulai melakukan pendakian ke pos 1.
   Matahari pagi mulai menyingsing , burung- burung pun berkicau bersahutan seakan menyambut perjalanan kami berduabelas untuk mulai mendaki Gunung Argopuro ini . Sesekali tampak juga monyet ekor panjang sedang bercandaria diatas dahan sebuah pohon.Trek menuju pos Mata Air 1  melewati ladang penduduk memang sedikit terasa berat, Karena di sepanjang perjalanan nyaris tanpa pepohonan yang  tumbuh, Jalur setapak yang menanjak dengan sisi kiri kanan bukit dan jurang menyuguhkan pesona tersendiri dalam pendakian kali ini.

Hingga matahari terbenam kami baru sampai di Pos Mata Air 1. Acara memasak pun menjadi satu hal yang paling ditunggu setelah seharian berjibaku dengan trek yang begitu melelahkan. Selesai makan dan ngopi , Sholat maghrib dan isyak pun begitu syahdu digelar, dibawah naungan langit yang dipenuhi dengan bintang dan bulan yang terang, seakan berucap selamat datang kawan di taman langit yang indah. Malam itu kami semuanya tertidur pulas.
   Pagi perlahan menjelang, kudengar sahut sahutan burung kecil indah bernyanyi di atas dahan yang kering,suara ayam hutan juga ikut ikutan nimbrung menyambut indahnya pagi. Hari kedua Target kami adalah sampai di pos cikasur. Pos ini dulu pernah menjadi bunker tentara jepang, dan juga terdapat bekas landasan helipad, Hari kedua kami sudah mulai terbiasa dengan trek Argopuro yang menanjak dan naik turun, dan acapkali melewati beberapa padang savana yang sangat luas. Sore sebelum Maghrib kami sudah sampai di cikasur. Kami pun mandi sejenak  di sungai cikasur yang begitu jernih dan dingin.

   Hari ketiga kami memutuskan untuk membuka camp di cisentor . Camp ini hanya beberapa jam saja untuk sampai ke puncak. Baru keesokan harinya pukul 3 pagi wib, kami menjemput matahari terbit di puncak argopuro.Puncak Rengganis adalah puncak yang pertama kali kami tuju, karena disini landscap pemandanganya indah banget, dan istimewanya disini merupakan petilasan dewi rengganis yang merupakan selir prabu Brawijaya VII.Di puncak ini masih sering diadakan acara persembahan dari penduduk lokal ,sebagai bentuk ucap syukur kepada tuhan atas berkah rejeki yang diterima. Dan kami melihat sisa – sisa persembahan itu, berupa kulit kambing yang masih dipenuhi darah segar dan beberapa ceceran darah yang sepertinya belum lama ditinggalkan .
  Turun dari puncak rengganis kami lanjut ke puncak argopuro. Angin kencang seakan menyambut kami menuju puncak argopuro. Dipuncak ini terdapat reruntuhan candi yang sudah tidak beraturan bentuknya. 

Puas menikmati puncak kami segera turun .Setelah Turun dari puncak dan kembali ke cisentor, kita memutuskan untuk langsung turun ke Danau Taman Hidup. Karena perbekalan juga sudah mulai menipis. Perjalanan menuju danau taman hidup dari pos cisentor memakan waktu kira- kira 7- 8 jam. Jalur yang disuguhkan ternyata tak kalah menantang dengan jalur trek baderan. Jalur Bremi ternyata lebih sulit dan melelahkan. Di awal awal perjalanan, kami disuguhi dengan vegetasi hutan yang begitu rapat. Rumput ilalang setinggi 2 meter disisi kiri kanan jalur, seolah selalu menyambut langkah kami. Tak jarang ilalang itu menutup jalur kami. Belum lagi kalo tak sengaja menyentuh tumbuhan penyengat Girardinta palmate atau dalam bahasa lokal sering disebut dengan “jancukan” sontak sekujur tubuh yang terkena tumbuhan ini akan menjadi panas dan pedih,yang efeknya masih terasa hingga 12 jam.

   Senja mulai menjelang dan kegelapan pun sebentar lagi datang. Namun, belum ada tanda - tanda kalau danau taman hidup sudah dekat. Kami semua seolah merasakan hal yang sama. Perasaan resah dan gelisah datang bertubi- tubi memenuhi pikiran kami. Karena sampai malam yang gelap pun kami masih belum bisa keluar dari hutan, terkadang kami juga mendengar suara - suara aneh yang berasal dari balik semak - semak . Dan hal itulah yang menggelayuti pikiran kami. Walaupun kondisi capek dan lapar mendera, kami tetap fokus untuk jalan terus hingga sampai di danau Taman hidup.
   Hingga akhirnya, Setelah melaui perjuangan yang panjang, Sampailah kami di Danau taman hidup.Kira - kira sudah pukul 09.00 malam saat itu.Tak terbayang betapa bahagianya kami waktu itu, Perasaan lega dan haru menyelimuti pikiran kami. Seakan baru saja terbebas dari lingkaran penghuni rimba Argopuro. Dan acara memasakpun menjadi agenda yang ditunggu tunggu,walau hanya ada nasi dan mie rebus, kami makan Lahap sekali  waktu itu,mungkin karena Perut yang sudah keroncongan menahan lapar, setelah berjibaku seharian dengan rimbunnya hutan. Malam ini menjadi malam terindah sepanjang perjalanan kami di Argopuro.

Pagi perlahan menjelang, sayup sayup terdengar suara nyanyian burung berkicau di pagi hari yang cerah ini.  Belum puas rasanya kalau menikmati danau Taman hidup , sebelum kita mandi bareng dan bermain- main air dengan para sahabat. Terimakasih untukmu  sahabat . Tanpa terasa 7 hari sudah kita menghabiskan waktu bersama. Makan dari tempat yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur satu tenda bersama.
Sebelum pulang Kami mengabadikan moment kegembiraan itu dengan  berfoto bareng dan memanjatkan doa bersama. segera setelah itu kami turun gunung. Kami sudah rindu orang tua, rindu masakan yang enak. Dan rindu Hal hal indah yang telah lama kami tinggalkan  dalam 7 hari ini. Terimakasih Argopuro Atas keindahanmu .Semoga alammu tetap lestari dan terjaga dari tangan - tangan jahil manusia.

saran saran dan masukan :
  •  perlengkapan dingin harus benar - benar oke,pada malam hari suhu sudah dipastikan ekstrem bisa sampai di bawah 5 derajat C.
  • jangan jalan malam hari kecuali darurat,usahakan jalan di pagi hari untuk mencapai pos selanjutnya dengan perut sudah terisi,jangan terburu-buru,jalan bareng kawan lain nya dan saling memberi semangat.
  •  dalam perjalanan gunakan celana panjang dan sepatu untuk menutupi kaki dari serbuan tumbuhan yang dapat mengakibatkan luka,karena  saya kemarin sempat terkena tumbuhan yang sering disebut "jancukan" ,dan itu rasanya nggak enak banget.
  • jangan lupa bawa senter,karena track panjang takut nanti kemalaman mencapai pos
  • gunakan tangan panjang yang berkerah untuk menutupi full badan anda dari sengatan matahari yang sangat panas yang dapat membuat kulit anda terbakar,dan juga untuk melindungi tangan anda tidak terkena tumbuhan berduri juga binatang kecil
  • gunakan perasaan anda untuk memilih jalur yang tepat,lihat jalur utama dan fokus,karena memang ada banyak jalur pecahan dan pohon tumbang,selagi jalan juga perhatikan jalur yang tertutup rapat karena di balik semak2 rapat itu banyak kayu melintang yang dapat membuat anda tersendung dan jatuh.jalan pelan2 di jalur yang sangat rapat,jangan buru2 berjalan perhatikan jalur dengan mata kebawah
  • hati2 di perjalanan khusus nya jalur cisentor menuju taman hidup,banyak sekali kita jumpai pohon api2 atau pohon jancukan,pohon ini dapat menyengat kulit pertama kena seperti tersetrum,sehabis itu panas dan gatal2,di sepanjang jalur ini memang harus extra hati2 karena kita akan melewati habitat tumbuhan ini dengan kondisi yang rapat di kanan kiri.di jalur cikasur menuju cisentor juga banyak pohon ini,tapi tidak sebanyak jalur cisentor menuju danau








Jumat, 23 Oktober 2015

video puncak rengganis argopuro

video di puncak rengganis argopuro jatim


Rabu, 29 April 2015

Kena tampol di kereta Api Ekonomi malang - solo


Sistem transportasi di Indonesia memang belumlah sebaik di negera2 maju lainya. Namun pastilah banyak celah di moda transportasi yang bisa kita manfaatkan untuk bisa sampai tujuan dengan membayar lebih murah atau bahkan gratis sekalipun. Namun hal itu hanya bisa kita lakukan pada jaman dulu, sebelum sistem transportasi kita dibenahi .


Dulu kisaran tahun 2005 untuk naik kereta kelas ekonomi ke Jakarta dari solo sangatlah murah Cuma Rp26.000,-  saja. Kebetulan saya lebih suka naik kereta kelas ekonomi. Disamping murah kita dijamin dapat tempat duduk, bahkan bisa tidur pula. Walaupun di dalam ticket tertulis “ticket tanpa tempat duduk “, namun ajaibnya kita bisa duduk dan nyender dimana aja. Asalkan ada tempat yang longgar buat duduk dan nyender. Jadi jika kita nggak kebagian kursi, nggak perlu bersedih , jalan di dalam gerbong kereta dapat difungsikan jadi tempat duduk atau bahkan tempat tiidur dengan hanya bermodalkan kertas Koran bekas.


Dalam perjalanan travelling , tak jarang kereta api menjadi moda transportasi yang paling sering digunakan. Karena disamping murah kadang – kadang bisa dapat gratis pula. Lhoh kok bisa ? waktu itu ceritanya saya travelling ke gunung semeru bareng 10 orang teman. Waktu berangkat  dari solo ke Surabaya aja cuma bayar 10ribu untuk 10 orang  naik kereta ekonomi  gayabaru malam, Pulangnya dari Surabaya ke solo kita naik kereta dari pertamina yang mengangkut minyak . Kita duduk diantara sambungan gerbong, agak beresiko  sih memang, tapi waktu itu memang kantong lagi cekak mendadak dapat ide transportasi gratis. Ya hayuk aja...lanjut!!!


Pengalaman gratis naik kereta bukan hanya saat travelling ke gunung semeru saja. Waktu ke Gunung arjuna malah lebih seru. Ceritanya waktu itu kita berangkat dari solo berempat , yaitu saya ,deden,snack dan Doni.
Dari solo kita naik kereta dari Stasiun purwasari lalu turun di kertosono.dari stasiun kertosono kita nyambung  bus jurusan arjosari malang.Sampai di terminal malang kita oper angkuta jurusan kebun teh Lawang.Singkat waktu  Kita berempat berhasil sampai naik sampai ke puncak . Namun ditengah perjalanan turun kira kira setelah matahari terbenam dan hari mulai gelap kita berempat berpisah. Masing – masing terbagi  menjadi 2 kelompok. Kelompok yang masih istirahat adalah saya dan Doni,sedangkan kelompok  yang mau turun duluan ada Deden sama snack.Mereka sampai ke basecamp duluan bareng pendaki lain. Kebetulan waktu itu kaki ku sedikit cedera Karena  jatuh saat turun , jadi aku minta ke Doni  untuk temenin break dulu.

 Ditengah hutan yang sepi dan gelap kita hanya berdua tok saat itu , Karena deden dan Snack sudah turun  bersama pendaki lain . Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya dengan kaki yang masih cedera aku dan doni melanjutkan perjalanan turun. Persediaan air dan makanan mulai menipis, namun kami belum juga melihat tanda- tanda sampai ke basecamp. Ternyata, kami tersesat , dari tadi kami hanya muter- muter di kebun teh.Entah karena lelah sehingga kami tidak bisa menemukan jalan ke base camp, atau ada hal lain yang menutup mata kami sehingga  sudah sejam kami berjalan  tapi tetap saja ujung-ujungnya kembali ketempat semula. Akhirnya tenaga kami mulai habis, persedian makanan dan minuman pun sudah tak ada lagi. Mau nggak mau kami harus bermalam di kebun teh. Tanpa tenda dan makanan. Tanpa lampu dan penerangan.  saking lelahnya kami pun tak sempat untuk berpikir yang macam – macam. Padahal waktu mau berangkat naik, di basecamp kita diwanti- wanti tentang untuk berhati- hati saat berangkat maupun turun dari gunung Arjuno.


Karena menurut cerita banyak pendaki yang tersesat dan nggak kembali dalam jiwa dan raga. Saat itu kami hanya pasrah dengan apa yang terjadi, Karena sudah tidak ada yang bisa kami lakukan,kecuali memanjatkan doa kepada Yang maha Kuasa. Lebih baik beristirahat dulu sambil menunggu pagi datang. Dan Alhamdulillah, malam itu tidak terjadi apa- apa sampai pagi menjelang. Namun , ada kejadian aneh yang dirasakan Doni. Katanya pohon besar dan  tua segede gaban yang ada disebelah kami , Mendadak berjalan dan bertukar tempat dengan dengan pohon yang ada di sebelah doni. Terlepas apakah itu Cuma halusinasi atau memang benar adanya, kami tidak terlalu menggubrisnya. Yang penting tujuan utama kami adalah bisa turun ke basecamp dan pulang ke solo dengan selamat.

Dan Akhirnya pagi pun datang. Seketika kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan turun. Di jalan kami bertemu dengan ibu- ibu pemetik teh yang pagi-pagi sekali sudah berangkat .  Ibu- ibu itu pun menunjukkan arah jalan pulang, dan ternyata mereka mendapat pesan dari petugas di basecamp kalo teman kami yang dua orang  sudah pulang ke solo.


Informasi itu ternyata benar adanya, teman kami yang dua orang  sudah pulang duluan ke solo. Padahal dompetku berada dalam carriel yang dibawa temanku. Karena kemarin kita sempat tukeran tas waktu turun. Waktu itu tahun 2001  handphone masih mahal, dan kita berempat belum ada yang punya handphone.

Penderitaan ternyata belum berakhir, jiaahh , kayak di film- film aja. Setelah dihitung, uang yang ada di dompet doni hanya sebatas buat bayar ojek ke stasiun dan sekedar makan sepincuk pecel  saja. Trus untuk pulang ke solo bagaimana caranya ?. Akhirnya kami jadi penumpang gelap di kereta yang nggak bertiket dan nggak punya uang sama sekali. Pokoknya kalo ada kereta yang tujuan kea rah barat  kami ikut naik diatasnya. Nggak peduli ketika ketahuan nggak punya tiket mau diberi sanksi hukuman apapun, atau mau diturunin dimanapun. Ternyata di dalam kereta itu, kami bertemu dengan orang-orang yang nggak beli tiket dan melakukan beberapa cara agar bisa gratis naik kereta.


Ada banyak trik yang mereka gunakan, untuk menghindari petugas saat ada pemeriksaan ticket. Mulai dari berjalan santai melewati petugas ke gerbong sebelumnya, bersembunyi diatas gerbong atau pura- pura buang air di kamar mandi. Namun cara yang paling aman adalah berjalan melewati petugas yang akan memeriksa ticket. Walaupun aman trik ini adalah yang paling sulit dilakukan, hanya orang – orang yang lihai saja yang bisa mengelabui petugas. Mereka tahu persis kapan bergerak dan pasang ekspresi muka yang datar seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Saran saya jangan pernah bersembunyi ditoilet. Karena petugas akan menggedor – gedor pintu toilet dan akan ditungguin sampai kamu keluar. Persis seperti yang aku alami. Karena masih amatir, saat petugas datang aku panic dan masuk ke toilet. Ehh ternyata petugas sudah mengendus trik yang satu ini. Digedorlah pintu sekeras mungkin , karena berisik sekali aku terpaksa keluar. Didepan pintu sudah berdiri petugas dengan muka galak, kumis tebal dan bawa pentungan seakan – akan siap  menelanku mentah- mentah. Apalagi aku tidak bisa menunjukkan ticket kereta. Dibantai abis – abisan bener aku waktu itu.


Tak terhitung tamparan yang mendarat di pipi kiri dan kananku. Bukan Cuma itu saja, aku diseret  sampai ke gerbong depan. Sehingga semua pasang mata tertuju kearahku waktu itu. Sampai di gerbong depan aku diturunin  di stasiun berikutnya. Tak patah arang  Aku naik lagi kereta yang menuju kea rah barat, begitu seterusnya sampai aku berhasil mendarat kan kedua kakiku dengan mulus di stasiun Purwosari kota solo.  Tak terbayang betapa leganya hati kami bisa tiba di kota solo dengan selamat. Terimakasih ya Alloh .

****

Rabu, 01 April 2015

Gunung paling angker di Indonesia

Jika kamu suka mendaki gunung, tentunya kamu harus memiliki fisik yang kuat. Mendaki di butuhkan banyak tenaga dan keteguhan hati agar bisa menyampai kepuncak. Walau terasa berat dan begitu susah paya, namun ketika sudah mencapai puncak semua itu akan sirna karena keindahan alam yang luar biasa.
Bagi kalian yang suka mendaki gunung mungkin kalian sudah tahu cerita-cerita atau legenda tentang gunung-gunung yang kalian telah taklukan tersebut. Namun jika kalian tidak pernah mendaki gunung, kalian mungkin tidak tahu kisah tentang gunung-gunung yang ada di Indoensia. Konon katanya banyak gunung yang ada di Indoensia ini yang memiliki kisah menegerikan.
Ada beberapa gunung di Indonesia yang menyimpan cerita sejarah yang mengerikan sehingga gunung-gunung tersebut di anggap angkeh oleh masyarakat sekita. Anda penasaran, gunung apa saja yang dianggap angker oleh masyarakat sekira. Berikut 6 Gunung paling angker yang ada di Indonesia.

1. Gunung Lawu di Jawa Timur

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Lawu yang terletak di perbatasan jawa tengah dan jawa timur ini memiliki tinggi 3.265 meter. Gunung Lawu dianggap sebagai gunung  berapi yang masih beristirahat, karena sudah lama tidak meletus. Gunung Lawu memiliki 3 puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Masyarakat jawa menganggap ketiga puncak Lawu tersebuta dalah tempat yang sakral. Hargo Dalem dianggap sebagai tempat pamokasan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Harga Dumiling sebagai temapat pamokasan Ki Sabdopalon. Sedangkan yang terakhir Hargo Dumilah dianggap misterius karena sering dijadikan sebagai tempat ajang olah batin dan meditasi. Di percaya banyak makluk gaib berkekuatan tinggi yang tinggal di ketiga puncak gunung Lawu tersebut.

2. Gunung Arjuno di Jawa timur

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Arjuno memiliki tinggi 3.339 meter. Gunung ini terletak di jawa timur dan memiliki kisah misterius. Gunung Arjuno memiliki banyak sekali petilasan-petilasan peninggalan kerajaan  Majapahit. Sangking angkernya gunung Arjuno bahkan di percaya jika ada pendaki yang sembrono mereka akan tersesat dan tidak akan bisa pulang selamanya. Tempat yang paling dianggap angker adalah Alas lali jiwo atau hutan lupa diri. Alas lali jiwo terletak sebelum puncak Arjuno, jika pendaki memiliki niat buruk dia akan tersesat dan lupa diri, Banyak kepercaan aneh di masyarakat sana, seperti jumlah pendaki tidak boleh ganjil, pendaki tidak boleh memakai baju berwarna merah dan lain sebagainya. Dan tidak jauh dari alas lali jiwo terdapat pasar dieng alias pasarnya para hantu.

3. Gunung Salak Jawa Barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung salak terletak di Jawa barat dan merupakan gunung yang sering kali di pendaki oleh para pendaki gunung. Yang membuat gunung salak ini angker adalah di puncak gunung salak terdapat makam mbah gunung salak. Pada makam tersebut terdapat tulisan dengan bahasa jawa kasar, agar para pendaki bersikap sopan dan wanita di larang mendaki. Untuk mendaki gunung salak di butuhkan keberanian karena para pendaki akan melewati kampung setan.

4. Gunung Cikuray di Jawa barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi yang ada di Garut Jawa barat, tinggi gunung Cikuray mencapai 2.818 meter. Yang menjadikan gunung ini angker karena adanya makam keramat yaitu makam sesepuh Cikuray. Dipercaya jika petang menjelang sering muncul penampakan hantu perempuan denga wajah gelap berbaju putih yang kerap mengganggu para pendaki.

5. Gunung Merapi di Yogyakarta

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Semua masyarakat Indosenia pasti kenal dengan gunung Merapi. Gunung yang paling aktiv di indonesia. Kengerian gunung berapi tidak hanya dari lava pasan yang dikeluarkannya, namun ternyata gunung berapi juga merupakan istana makhluk halus. Bahkan penembahan sinopati sang penderi kerajaan Mataram berhasil mengalahkan kerajaan pajang karena di tolong oleh penguasa merapi. Lokasi yang dianggap paling angker adalah kawah merapi yang merupakan istana para setan. Dan puncak merapi yang berupa bebatuan pasir yang bernama Pasar Bubrah di tempat ini juga merupakan tempat berkumpulnya para makhluk halus.

6. Gunung Halimun Jawa barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Halimun terletak di Bogor Jawa barat. Gunung ini juga dianggap sangat angker karena ada benteng-benteng milik prabu Siliwangi yang tidak terlihat oleh mata orang biasa. Sisa-sisa punggawa siliwanigi banyak yang lari kegunung Halimu ketika perang Bubat. Bersama dengan gunung salak, gunung halimun juga di anggap sebagai segitiga misteri Bogor, seperti halnya segitiga bermuda. di tempat ini juga sering terjadi hilang pesawat.
Demikianlah 6  Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia. Jika anda adalah orang yang hobby mendaki gunung, anda harus berhati-hati, karena anda akan memasuki kawasan para setan. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan terimakasih.

pendakian gunung sumbing via kaliangkrik mangli

Jalur pendakian via Mangli 

terletak di Desa Mangli, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Jalur Mangli sama seperti jalur Bowongso masih sepi dan jarang dilalui pendaki. Jalur Mangli adalah jalur paling pendek ketimbang jalur-jalur lain. Butuh waktu 5-6 jam untuk sampai puncak.
Untuk mencapai Mangli kita hanya perlu menuju Desa Kalegen. Jika menggunakan bus kita bisa turun di pertigaan Tonoboyo, diteruskan menggunakan angkot ke desa Kalegen lalu lanjut naik ojek Ke Mangli.
GOOGLE MAPS GUNUNG SUMBING JALUR PENDAKIAN
BASECAMP JALUR MANGLI
gapura-tugu-desa mangli
PETA JALUR VIA MANGLI


MAPS GOOGLE EARTH
google earth-sumbing-mangli-kaliangkrik-peta
MULAI PENDAKIAN
BASECAMP – Pos I (1 jam)
jalur menuju pos i
Jalur menuju Pos 1
Pos I – Pos II Tikungan (2 jam)
jalur mungli
sabana sumbing
Pos II – Pos IV Pohon Tunggal(1 jam)
pos 4 pos tunggal
Pos 4
Pos IV – Puncak (2 jam)
Segoro banjaran
Puncak Segoro Banjaran
Kita totalkan
BASECAMP – Pos I (1 jam)
Pos I – Pos II Tikungan (2 jam)
Pos II – Pos IV Pohon Tunggal(1 jam)
Pos IV – Puncak (2 jam)
TOTAL = 6 jam waktu naik. Untuk turun sekitar 3-4 jam.
TIPS PENDAKIAN
  1. Pilihlah hari yang bagus untuk mendaki, usahakan jangan waktu hujan
  2. Latihan fisik seminggu sebelum hari H
  3. Persiapkan tim dan perlengkapan yang akan dibawa . Jangan lupa bawa sesuatu misal benda kesayangan atau tulisan untuk seseorang supaya bisa foto bareng saat di puncak
  4. Tim yang solid adalah 5-8 orang. Jika sedikit usahakan 3 orang (1 orang harus sudah pernah naik gunung)
  5. Jangan sepelekan keselamatan. Pakai sandal atau sepatu gunung dan jaket gunung. Bawa makanan dan air secukupnya jangan terlalu sedikit dan jangan terlalu banyak. Yang paling penting jangan melanggar peraturan dan jangan buang sampah di gunung
  6. Untuk pendakian Sumbing kita bisa naik pagi atau malam. Jika pagi bagusnya pukul 10-13. Jika malam 6-7
  7. Dirikan tenda di tempat yang datar dan usahakan diselimuti pohon atau semak supaya tidak terkena angin gunung langsung
  8. Jika ada anggota kelompok yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sebaiknya ditemani. Atau jika sakit parah langsung beritahu dengan kelompok lain.
INFORMASI GUNUNG SUMBING
Nama: Gunung Sumbing
Ketinggian: 3.371 mdpl
Lokasi: Wonosobo, Temanggung, Magelang
Tipe: Gunung berapi stratovolcano
Letusan terakhir: 1730
Puncak: Puncak Buntu (3362 mdpl) dan Puncak Sejati (3371mdpl)
View gunung lain dari puncak: Gn. Sindoro, Merapi, Merbabu, Slamet, Ungaran, Lawu
Kondisi: memiliki kawah, hutan, bukit, medan terjal bebatuan, masih kental dengan tradisi dan budaya
Spot alam: perkebunan teh
Flora: edelweis, anggrek, teh dll
Fauna: Berbagai macam burung
Hutan: hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung
Sumber air: –
Jalur pendakian:
Mitos: Gunung Sumbing dan Sindoro ceritanya adalah sepasang suami-isteri yang bertengakar. Si suami (Sindoro) menampar si isteri (Sumbing) hingga bibirnya robek. Si isteri tersebut jadilah gunung Sumbing (bibir sumbing) sedangkan si suami menjadi gunung Sindoro (‘ndoro=tuan) dan mereka memiliki anak yaitu Gunung Kembang
Kismis (Kisah Misteri): Gunung Sumbing sering dijadikan ritual makhluk astral
Tarif daki: Rp 5.000/orang
TRANSPORTASI
Magelang – Desa Kalegen – Desa Mangli

Selasa, 31 Maret 2015

PENDAKIAN LAWU VIA CANDI CETHO

Mendaki Lawu via Cetho


puncak lawu 3265 mdplMendaki gunung lawu, yang terletak di dekat tempat wisata Tawangmangu. Gunung ini ada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dengan ketinggian 3265 Mdpl, gunung ini sangat menantang untuk dijelajahi.  Pendakian Gunung Lawu dapat melewati beberapa jalur, antara lain jalur Cemoro Kandang, Candi Cetho, Tambak ( Jawa Tengah ) serta Cemoro Sewu dan Jogorogo ( Jawa Timur ) itu beberapa jalur yang paling umum dan sering didaki.
Mendaki Lawu via Candi Cetho

Jalur pendakian lain yang dapat dijadikan alternatif saat mendaki ke Lawu adalah jalur pendakian lewat candi cetho. Dengan pesona alam luar biasa serta suguhan sebuah komplek candi..
Candi Cetho adalah sebuah candi bercorak agama Hindu peninggalan masa akhir pemerintahan Majapahit. Laporan ilmiah pertama mengenainya dibuat oleh Van de Vlies pada 1842.

Candi Cetho (Ceto) adalah peninggalan dari abad ke 15 dan merupakan tempat pelarian Brawijaya V dari islamisasi di trowulan. Kampung sekitar yang tedapat di Candi Cetho adalah kampung dengan mayoritas penduduk yang beragama Hindu.Cetho-lawu

Candi Cetho terletak di ketinggian 1400 mdpl dan secara administratif berada di Dukuh Cetho, Desa Gemeng, Kecamatan Jenawi, Kabupaten Karang Anyar Jawa Tengah. Desa Gemeng memiliki potensi wisata yang besar karena banyak terdapat candi dan juga pesona kebun teh yang memiliki keunikan tersendiri.


cethoJalur lawu via candi cetho ini memang jarang didaki oleh karena itu sangat mengasyikkan jika mendaki melewati jalur yang satu ini. Jalur ini jauh lebih sepi dan lebih alami. Jalur pendakian sendiri terdiri dari hutan pegunungan yang heterogen, hutan pinus khas pegunungan, dan sabana yang luas. Seringnya kabut menyelimuti jalur ini menjadikan pemandangan makin eksotis terutama di padang sabana. Tak heran beberapa pendaki menyebut jalur ini sebagai surga tersembunyi Gunung lawu.


Akses Candi Cetho menggunakan angkutan umum


Dari Terminal Tirtonadi Solo menuju ke Terminal  Karang Pandan  menggunakan  Bus  jurusan Solo – Tawangmangu ( Rp. 6000- Rp. 10.000). Dilanjutkan dari Terminal Karang Pandang menuju ke  Terminal Kemuning menggunakan angkutan desa/bus kecil (Rp. 5000 – Rp. 8000 ).  Kemudian dari Terminal Kemuning menuju Candi Cetho naik Ojek (Rp. 10.000 – Rp. 15000). Jika menggunakan angkutan umum sebaiknya Anda memperkirakan waktu eberangkatan, karena jam opersional angkutan pedesaan sangat terbatas. Malam hari angkutan sudah tidak ada yang beroperasi.

Akses lain adalah dengan mencarter mobil atau taxi dari Terminal Tirtonadi Solo menuju Candi Cetho. Harga tergantung negosiasi dengan sopir.
Menuju Candi Cetho

Setelah dari  turun dari kendaraan akan terlihat loket penjualan tiket masuk komplek candi. Dari situ pendaki akan langsung disambut jajaran anak tangga menuju komplek Candi Cetho. Dengan menaiki anak tangga tersebut perlahan-lahan hamparan peninggalan candi hindu itu mulai tersingkap. Gapura yang berdiri menjulang dengan anggun di bawah langit akan langsung membawa ingatan kita pada gapura-gapura di Pulau Dewata, Bali.Kawasan ini sangat bersih dan terjaga. Berbagai ornamen bergaya hindu peninggalan masa itu sangat jelas terlihat. Dua buah patung penjaga yang berbentuk mirip dengan patung pra sejarah berdiri membisu di bawahnya. Kawasan candi ini membentang pada sebuah lahan berundak dan dibangun pada akhir kekuasaan Kerajaan Majapahit di bawah pemerintahan Raja Brawijaya V. Di salah satu terasnya terdapat susunan batu dengan pahatan berbentuk matahari yang menggambarkan Surya Majapahit, lambang Kerajaan Majapahit. Candi ini pertama kali ditemukan sebagai reruntuhan batu dengan 14 teras berundak. Namun sekarang hanya tertinggal 13 teras, 9 diantaranya telah dipugar.

Sebagai tempat pemujaan Dewa Siwa, candi ini dihiasi dengan arca phallus yang menjadi symbol Siwa. Terdapat juga patung Brawijaya V serta penasehatnya dan susunan batu berbentuk lingga dan yoni berukuran dua meter. Bangunan utama berbentuk trapesium berada di teras paling atas. Sampai saat ini Candi Cetho masih dipergunakan oleh penduduk sekitar sebagai tempat beribadah. Mereka meletakkan sesajen di arca-arca kemudian naik ke teras tertinggi untuk ritual keagamaan. Harum bunga sesaji dan dupa ditambah dengan kabut yang sering turun menyelimuti area candi memberi kesan mistis.
Menuju Candi Kethek

candi kethek


Keluar dari komplek Candi Cetho melewati jalan setapak kecil Anda akan melewati jajaran warung penjual makanan di sepanjang jalan. Kemudian akan berlanjut menuju hamparan rerumputan yang mulai menanjak. Tak berapa lama komplek Candi kethek akan terlihat. Candi ini berupa bebatuan yang tersusun dan di tengahnya terdapat anak tangga.
Mendaki Gunung Lawu

pos I lawuPersiapan mendaki dimulai dari sini. Jalur mulai sedikit naik, melewati hamparan rerumputan yang di tumbuhi semak dan pohon – pohon yang tidak terlalu tinggi. Melewati perkebunan milik warga kemudian masuk menuju ke hutan. Perjalanan sekitar 1 jam kita akan sampai di sebuah shelter yang terbuat dari anyaman bambu yang kondisinya sudah mulai rusak. Inilah pos I, pendaki tidak disarankan mendirikan tenda disini karena menurut warga setempat rawan longsor.

pos II lawuSetelah istirahat beberapa saat, kita dapat melanjutkan perndakian ke Pos II (Brak Seng). Pendakian ini menyusuri punggungan yang makin lama makin menanjak, walaupun tidak seberapa terjal. Dengan dihiasi tanaman arbei hutan di sepanjang perjalanan. Hutan dijalur ini semakin rapat sehingga perjalanan tidak terlalu panas. Walaupun udara bertiup cukup kering.


Sekitar 45 menit kemudian Pos II sudah mulai terlihat. Berupa sebuah shelter yang mirip gubug yang terbuat dari bambu dengan atap dianyam. Di apit oleh dua buah pohon yang menjulang tinggi, sehingga sangat rindang untuk beristirahat. Di lokasi ini pendaki dapat mendirikan sekitar 2 -3 tenda, jika memutuskan untuk beristirahat.

Perjalanan dilanjutkan melewati hutan yang cukup rapat, dengan tanjakan yang semakin menguras stamina pendaki. Karena bukan jalur yang sering didaki, jalur disini terlihat lebih bersih. Tidak banyak sampah berserakan. Juga minim coretan-coretan diberbagai tempat yang biasanya dilakukan oknum pendaki yang suka iseng. Kira-kira 1 jam kemudian sampailah di Pos III (Cemoro Dowo). Disini terdapat shelter sederhana yang beratapkan seng. Di sini cukup unutk mendirikan 2 – 3 tenda untuk beristirahat.

pos III lawuPendakian kembali berlanjut dengan tanjakan yang lebih menguras stamina. Dengan pohon-pohon yang menjulang tinggi, dikanan-kiri ditumbuhi akasia gunung. Langkah pendaki mulai pelan menyesuaikan irama detak jantung dan hembusan nafas. Satu jam lebih telah berlalu sampailah pendaki di pos IV (penggik) di apit oleh pohon tinggi menjulang mempersilahkan para pendaki untuk berteduh dan menarik nafas sejenak.


Menuju pos V (Buak Peperangan) jalur mulai sedikit melambung dikarenakan adanya tebing yang menghadang selepas pungungan dari pos IV. Jalur ini didominasi cemara gunung. Perjalanan cenderung landai sampai bertemu tebing yang tidak terlalu tinggi, baru kemudian sampai di hamparan sabana yang cukup luas menuju pos V

Pos V lawuDari pos ini pendaki terus akan melewati sabana, Terdapat sumber air, yaitu Tapak Menjangan yang hanya terisi air saat musim penghujan saja. Sumber air ini terdapat di jalur pendakian. Sabana luas ini berujung di hamparan hutan edelweiss sebelum akhirnya melewati pasar setan yang terdiri dari hamparan batu yang disusun-susun dan vegetasi pohon cantigi.
Hargo Dalem dan Hargo Dumilah

Dari pasar setan ini Hargo Dalem tidak seberapa jauh. Di tempat ini pendaki dapat singgah di warung Mbok Yem yang konon sudah puluhan tahun membuka warung ditempat itu. Dilokasi ini juga terdapat banyak petilasan. Tidak sedikit pula orang yang bersiarah, Sendang Drajat salah satu favorit karena pedaki dapat mengambil air disini, jika tidak kering.

Dari Hargo Dalem ke Puncak Hargo Dumilah hanya memakan waktu kurang dari 20menit. Disini terdapat tugu triangulasi yang menandakan puncak dan ketinggian Gunung Lawu 3.265 mdpl.

PUNCAK HARGODUMILAH

    Adapun rincian perjalanan kami:

    Solo - KarangPandan 07.27 - 08.25. Bis Solo jurusan TawangMangu turun Karang Pandan.       ongkos7.500 perOrang.
    KarangPandan 09.28 - pasar Kemuning 09.55. Bis 3/4, Ongkos 4000 perOrang.
    Pasar Kemuning 10.01- Ceto 10.18. Naik Ojek Ongkos 15rb perOrang.
    Cetho 10.55 - Pos 1 11.40
    Pos 1 12.20- Pos2 12.55
    Pos2 13.30 - Pos3 14.57
    Pos3 15.30 - Pos4 16.50         
    Pos4 17.10 - Cemoro Kembar 17.35
    Cemoro Kembar 06.00 - Pos 5 06.23.
    Pos5 06.45 - Mbok Yem 08.20