DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 WA
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Gunung argopuro

cikasur Argopuro

bunker kaliadem

gunung merapi

gunung lawu

PosIV CemoroKandang

gunung semeru

danau ranukumbolo

Gunung lawu

posIV cemoro sewu

Rabu, 10 Februari 2016

Pengalaman Tembus di Majalah National Geographic Traveller edisi februari 2016

Awalnya sih iseng iseng saja kirim artikel dan foto ke Majalah Natgeo traveller, karena sering membaca di perpustakaan GANESHA SOLO.
Jarak dari pengiriman artikel ke pemberitahuan kalau artikel saya disetujui makan waktu berbulan bulan bahkan hampir satu tahun sampai saya lupa pernah mengirim artikel itu.
excited banget waktu membuka surel dan ternyata wow.. artikel ku tembus di majalah yang selama ini aku idola dan kagumi.

Selasa, 09 Februari 2016

Tersesat di Gunung Arjuno jawatimur

GUNUNG ARJUNO PASURUAN 2002




       suatu hari di bulan juni 2003, saya bersama 3 orang sahabat saya, deden ,snack dan dony berencana akan melakukan pendakian ke gunung arjuno di malang. Kami berangkat dari stasiun jebres solo turun di kertosono, lanjut naik bus 3/4 jurusan Arjosari malang,dari arjosari lanjut naik angkot jurusan kebun teh.Di dalam angkot menuju kebun teh itu,kami sempat bertanya ke penumpang cewek yg duduk disebelah saya dan masih pake seragam sekolah. " mbak kalo mau ke gunung arjuno turun dimana ya nanti", tanya saya.
"oooo.. mas mas ini mau ke gunung arjuno to", jawab cewek yg pke seragam sekolah itu dgn jawaban setengah tak percaya dan sesekali bercanda dengan teman di sebelahnya seperti menyimpan suatu rahasia.

" iya, emang nya kenapa kok kyaknya aneh gitu ngeliat kita mo naik ke arjuno".dengan muka yg tersipu 2 gadis itu akhirnya bersedia menjelaskan " bukanya meremehkan tapi kaliyan kok berani2 nya naik ke arjuno, disana itu ada tempat yang namanya hutan 'lali jiwo' menurut mitos disini, di Hutan Lali jiwo banyak terdapat manusia yang mencari ilmu dgn bertapa disitu. Tapi tidak bisa dilihat dgn kasat mata alias mereka terjebak masuk ke alam lain ,namun sebenarnya mereka masih berada disitu".
" jika kaliyan punya penglihatan indra ke 6 kaliyan bisa liat kok " papar gadis itu kali ini dgn air muka serius.
" owww, gitu ya ..., tapi kok kamu bisa tau banget sich soal  itu semua ? ", tanya saya sambil menatap serius ke gadis itu.
ternyata mereka berdua adalah anggota pecinta alam dan sekaligus tergabung sebagai tim sar dari gunung arjuno itu sendiri.
" nanti kaliyan mampir ke tempat saya dulu,gimana? nanti dari rumah kami antar ke basecamp",ajak gadis itu .
" ok dech, tapi apa nggak ngrepotin nanti ?"
" ggak kok keluarga saya keluarga pendaki , kakak saya juga pendaki, jadi kami malah senang kalo kaliyan mau mampir, jadi tambah banyak temen ", jawab gadis itu dengan tatapan mata yang ramah.
"ohh ya,namaku farida panggil saja ida" , kalo kaliyan ?"
Namaku Tiyo, sebelahku ini Deden,kalo yg depan kmu itu
itu si doni dan sebelahnya adalah snack”, jawab ku dengan mimic muka seperti cerdas cermat .
Tanpa terasa angkutan pun telah sampai di kebun teh, kami berempat pun ikut turun bersama Farida. Rumah Farida sebenarnya tidak begitu jauh dari basecamp arjuno, kira- kira 15 sampai 20 menit juga nyampe. Tiba dirumah Ida kami disambut hangat dari keluarga,mereka senang dapat kunjungan dari kami anak- anak Solo. Laen waktu gantian mereka yang maen kesolo,walaupun baru saja bertemu tapi kami sudah akrab,kayak sudah kenal lama. Selesai makan dan packing perbekalan,kami diantar Farida ke base camp arjuno.
hari menjelang senja,ketika kami sampai .setelah mendaftar dan membayar uang retribusi , kami putuskan untuk langsung berangkat naik.
farida pun mengantar kami sampai ke depan gerbang masuk.
"hati -hati ya kawan, jaga diri kaliyan baik2, nanti kalo sudah turun mampir lagi ya ke rumah, aku tunggu lho".
" oke ... makasih ya da, dah bantu kami hingga sampai di basecamp ini, besok kalo waktunya longgar ,kita usahakan mampir..",jawab saya sambil menahan haru . Kami berjalan pelan- pelan menyusuri kebun teh, lalu perlahan lahan hilang di rimbunya semak belukar yang tingginya hampir 2 meteran ada.
selepas semak belukar kami mulai memasuki vegetasi hutan yang  sedikit menanjak. disini banyak digunakan sebagai tempat untuk membuka tenda , karena masih banyak ruang terbuka yg cukup untuk membuka tenda.

    Kami istirahat sejenak , menyalakan kompor gas dan memasak air untuk bikin kopi.
suasana disekitar cukup sepi,tak ada suara manusia ataupun binatang. kami menikmati kopi saja tanpa berpikir apa2. yang ada di pikiran kami adalah jalan terus agar tidak terserang dingin , karena kami memang tidak bawa tenda pada waktu itu.hanya semangad lah yang akan membawa kami menuju ke puncak, pada waktu itu saya baru lulus Smk, dan ketiga teman saya masih duduk dikelas 3. pada waktu itu tenda dome dan peralatan gunung lainya masih merupakan barang yang mewah dan sulit terjangkau bagi kami yang masih berstatus pelajar.
Paling kami cuma bisa menyisihkan uang  jajan untuk biaya akomodasi perjalanan. Dan bisa dipastikan sebagai budget yg mepet dan nekat untuk ukuran perjalanan lintas propinsi. Mungkin itulah yang disebut darah muda, darahnya para remaja yang sedang mencari identitas.
...
    Trek semakin bertambah menanjak setelah kami memasuki vegetasi hutan yang rapat.kami seperti berjalan di dalam gua, karena pandangan kami hanya kedepan saja.
hari menjelang pagi, saat kamu tiba di suatu punggungan bukit .. pertanda puncak sudah semakin dekat.
Kami beristirahat sejenak untuk mengisi perut. menu kebangsaan kami adalah mie rebus ditemani kopi susu , sukses mendongkrak stamina kami untuk melanjutkan perjalanan ke puncak arjuna, puncak terindah di jawa..
selesai mengisi perut kami langsung tancap gas ke puncak.
tepat tengah hari sampailah kami di puncak, kami takjub dengan segala keindahan ya, dari puncak arjuna ini kita dapat melihat puncak2 gunung yg lain di jawatimur. seperti puncak wilis ,semeru,kelud dan lain lain.
Di puncak ini lah kali pertama saya menemukan kristal kristal yang membeku akibat dinginya udara di puncak.
ganbate.. , di puncak arjuno ini terdiri dari tanah dan batuan pecah belah yang bertumpukan,sehingga menambah view bagi kami yang ingin mengambil gambar

.

puncak gunung Arjuna 2002

    Begitu indah puncak ini, dari sini tidak ada pohon ataupun bukit yang menghalangi mata untuk melihat view dari segala macam sudut. barat timur utara selatan semua tersaji view
yang memanjakan mata.Puas mengambil gambar kami segera turun karena matahari mulai tergelincir ke sebelah barat.pertanda sore segera menjelang dan kita tidak ingin kemalaman di hutan Lalijiwo.
    perjalanan turun sepertinya tak semulus perjalanan naik. energi yang sudah menurun tak ayal membuat kaki tergadang ogah berkompromi dengan trek. hingga tak jarang sesekali sayapun jatuh terpeleset karena medan yang licin dan terjal.
menjelang senja kita baru sampai di semak - semak yang tinggi , dan hari semakin gelap. namun kaki ini mendadak susah untuk diajak kompromi.
saat mau berangkat tiba2 kakiku susah digerakkan, padahal rombongan sudah agak jauh didepan diikuti deden dan snack, Mereka  turun duluan, menyisakan kami yang masih dibekap cedera kaki.   
        Alhamdulillah masih ada doni yang menemani saya di gelapnya malam itu.
Ditengah hutan yang sepi dan gelap kita hanya berdua saja saat itu , Karena semua pendaki lain sudah turun. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya dengan kaki yang masih cedera aku dan doni melanjutkan perjalanan turun. Persediaan air dan makanan mulai menipis, namun kami belum juga melihat tanda- tanda basecamp. Ternyata kami tersesat , dari tadi kami hanya muter- muter di kebun teh. Sudah sejam kami mencari jalan keluar tapi tetap saja ujung-ujungnya kembali ketempat semula. Akhirnya tenaga kami mulai habis, persedian makanan dan minuman pun sudah tak ada lagi.
suasana menjelang malam sebelum kami terpisah dari rombongan

      Mau nggak mau kami harus bermalam di kebun teh. Tanpa tenda dan makanan. Tanpa lampu dan penerangan.  saking lelahnya kami pun tak sempat untuk berpikir yang macam – macam. Padahal waktu mau berangkat naik, di basecamp kita diwanti- wanti tentang untuk berhati- hati saat berangkat maupun turun dari gunung Arjuno. Karena menurut cerita banyak pendaki yang tersesat dan nggak kembali dalam jiwa dan raga. Saat itu kami hanya pasrah dengan apa yang terjadi, Karena sudah tidak ada yang bisa kami lakukan. Lebih baik beristirahat dulu sambil menunggu pagi datang. Dan Alhamdulillah, malam itu tidak terjadi apa- apa sampai pagi menjelang. Namun , ada kejadian aneh yang dirasakan Doni. Katanya pohon besar dan  tua segede gaban yang ada disebelah kami , Mendadak berjalan dan bertukar tempat dengan dengan pohon yang ada di sebelah doni.

      Terlepas apakah itu Cuma halusinasi atau memang benar adanya, kami tidak terlalu menggubrisnya. Yang penting tujuan utama kami adalah bisa turun ke basecamp dan pulang ke solo dengan selamat. Dan Akhirnya pagi pun datang. Seketika kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan turun. Di jalan kami bertemu dengan ibu- ibu pemetik teh yang pagi-pagi sekali sudah berangkat .  Ibu- ibu itu pun menunjukkan arah jalan pulang, dan ternyata mereka mendapat pesan dari petugas di basecamp kalo teman kami yang dua orang  sudah pulang ke solo. Informasi itu ternyata benar adanya, teman kami yang dua orang  sudah pulang duluan ke solo.

     Padahal dompetku berada dalam carriel yang dibawa temanku. Karena kemarin kita sempat tukeran tas waktu turun. Waktu itu tahun 2001  handphone masih mahal, dan kita berempat belum ada yang punya handphone. Penderitaan ternyata belum berakhir, jiaahh , kayak di film- film aja. Setelah dihitung, uang yang ada di dompet doni hanya sebatas buat bayar ojek ke stasiun dan sekedar makan sepincuk pecel  saja. Trus untuk pulang ke solo bagaimana caranya ?. Akhirnya kami jadi penumpang gelap di kereta yang nggak bertiket dan nggak punya uang sama sekali. Pokoknya kalo ada kereta yang tujuan kea rah barat  kami ikut naik diatasnya. Nggak peduli ketika ketahuan nggak punya tiket mau diberi sanksi hukuman apapun, atau mau diturunin dimanapun. Ternyata di dalam kereta itu, kami bertemu dengan orang-orang yang nggak beli tiket dan melakukan beberapa cara agar bisa gratis naik kereta. Ada banyak trik yang mereka gunakan, untuk menghindari petugas saat ada pemeriksaan ticket. Mulai dari berjalan santai melewati petugas ke gerbong sebelumnya, bersembunyi diatas gerbong atau pura- pura buang air di kamar mandi.

     Namun cara yang paling aman adalah berjalan melewati petugas yang akan memeriksa ticket. Walaupun aman trik ini adalah yang paling sulit dilakukan, hanya orang – orang yang lihai saja yang bisa mengelabui petugas. Mereka tahu persis kapan bergerak dan pasang ekspresi muka yang datar seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Saran saya jangan pernah bersembunyi ditoilet. Karena petugas akan menggedor – gedor pintu toilet dan akan ditungguin sampai kamu keluar. Persis seperti yang aku alami. Karena masih amatir, saat petugas datang aku panic dan masuk ke toilet. Ehh ternyata petugas sudah mengendus trik yang satu ini. Digedorlah pintu sekeras mungkin , karena berisik sekali aku terpaksa keluar. Didepan pintu sudah berdiri petugas dengan muka galak, kumis tebal dan bawa pentungan seakan – akan siap  menelanku mentah- mentah. Apalagi aku tidak bisa menunjukkan ticket kereta.
      Dibantai abis – abisan bener aku waktu itu. Tak terhitung tamparan yang mendarat di pipi kiri dan kananku. Bukan Cuma itu saja, aku diseret  sampai ke gerbong depan. Sehingga semua pasang mata tertuju kearahku waktu itu. Sampai di gerbong depan aku diturunin  di stasiun berikutnya. Tak patah arang  Aku naik lagi kereta yang menuju kea rah barat, begitu seterusnya sampai aku berhasil mendarat kan kedua kakiku dengan mulus di stasiun Purwosari kota solo.  Tak terbayang betapa leganya hati kami bisa tiba di kota solo dengan selamat. Terimakasih ya Alloh .













Jumat, 29 Januari 2016

Nggembel di Gunung Semeru 2001

     

  Saya masih ingat saat itu masih kelas 3 sma, di tahun 2001,  mendekati datangnya  hari lebaran , tiba - tiba  temen saya  datang, ngajakin naik gunung ke semeru, padahal duit di kantong cuman ada 80 ribu, kata dia, "cukup kok uang segitu" ,tenang ajaa,Ucapnya sambil meyakinkanku. Singkat cerita tibalah pada hari yg sudah ditentukan, tepat pada hari ke-3 setelah lebaran, kami berkumpul di stasiun jebres sebelum maghrib,setelah cek perbekalan dan bayar patungan uang 50rb untuk biaya transport . Kami berangkat naik kereta Gaya baru malam, kami memang sengaja tidak membeli karcis alias bayar diatas demi menghemat anggaran,dan juga saat itu sistem di KAI belum seketat sekarang. Sampai di surabaya sekitar pukul 3 pagi, karena blom ada transport kami memutuskan untuk jalan kaki ke terminal .
 Dari terminal surabaya kita naik bus arah probolinggo, turun di senduro lanjut naik truk ke ranupane.di sepanjang jalan kami di suguhi pemandangan yg cantik. Melewati pemukiman penduduk khas probolinggo,yg mrpkn penghasil mangga.dan hampir di tiap rumah bisa ditemukan pohon mangga yg sdg berbuah.Menjelang tengah hari kami tiba di basecamp ranupane. Setelah mendaftar di sekretariat dan dicek perbekalan oleh petugas, kami langsung bergegas berangkat memulai pendakian.kami disuguhi trek hutan basah dan jalan setapak,yg sesekali terhalang oleh pohon besar yang tumbang,sehingga kita harus berjalan satu 2 untuk melewati celah sempit akibat dari pohon yg tumbang tadi. 

Menjelang senja, dikejauhan Nampak semburat hijau kekuningan diterpa matahari senja, sejauh mata memandang yang nampak hanya keindahan,kemarin aku hanya bisa bermimpi , tapi sekarang membentang dihadapan,  danau ranukumbolo, yach ini bukan mimpi, ini kenyataan ... aku menghirup udaranya,  minum airnya dan bermalam di tepinya..sungguh indah menghabiskan malam disini, dibawah bintang-bintang kami menikmati kopi susu hangat sambil bercerita tentang harapan dan cita cita yg akan kami rengkuh,nanti setelah turun dari gunung.
Rombongan kami 11 orang, dan hanya ada satu orang cewek, Mira namanya,selain menjabat menteri keuangan dia juga m
enjadi kepala chef,dialah juga yang menjadi penguasa tenda dom,sedangkan yg lain tidur diluar  berselimutkan sleeping bag,  beruntung malam itu cuaca cerah.jadi kami semua bisa tertidur dgn pulas.
Pagi perlahan menjelang, baru saja membuka mata kami sudah disuguhi pemandangan yg eksotis,sekumpulan burung belibis sedang bermain - main air persis di depan kami, wow sungguh pemandangan yang eksotis dan jarang ditemui tentunya. Burung belibis ini biasanya hanya singgah sebentar , dari asalnya australia,mereka bermigrasi untuk mencari tempat tinggal yang nyaman dari suhu yg extrem,
Menikmati sunrice di ranukumbolo sambil ngopi,adalah moment terindah dalam hidup, udara pagi yang dingin pun pecah saat semburat orange kemerahan muncul di ufuk timur,dan perlahan menjadi bulat sempurna,wonderfull..lanjut sarapan pagi ala cheft mira, mengantar perjalanan kita hari ini, menuju pos selanjutnya

Perjalanan dimulai dengan mendaki tanjakan cinta, dan menyusuri oro2 ombo, hingga sampailah kami di kalimati untuk mengisi air. Sumber air di kalimati merupakan sunber air alami yg memancar langsung dari bukit yg airnya jernih dan kandungan mineralnya masih banyak.lokasi sumber air ini agak tersembunyi, namun susah payah itu akan terbayar saat kita sampai di lokasi.
Selesai rehat, perjalanan kembali dilanjutkan, hingga petang menjelang sampailah kita di arcopodo,disinilah kita akan membuat bivak untuk beristirahat pada malam ini. Sore itu gerimis kecil,menyambut kedatangan kami di arcopodo 
Selesai makan malam kami harus tidur semua, karena kami harus bangun jam 2 untuk  start berangkat lagi menggapai puncak dimahameru.
Alhamdulillah  jam 2, kamipun sudah bersiap2 untuk berangkat.


Setelah berdoa, kami bersebelas,mulai melangkahkan kaki menggapai puncak tertinggi di pulau jawa. kabut tipispun turun perlahan,menyambut langkah kami yang mulai memasuki trek berpasir.
disinilah kesabaran kita diuji, karena setiap kita melangkah sekali,akan merosot lagi  dan begitu terus selanjutnya.
hanya pejuang yg tangguh dan punya keinginan yg kuatlah yang bisa menjejakkan kakinya di puncak..
yg niatnya cmn setengah2 bisa dipastikan akan berhenti di tengah jalan..
karena trek arcopodo mahameru adalah trek yang tersulit dari seluruh jalur yg ada di semeru ini.
disinilah batas kesabaran dan nyali kita diuji. trek melelahkan ini akhirnya bisa kita tuntaskan selama hampir 4 jam ,kerlap kerlip lampu kota jadi view yang indah ,menjadi penawar lelah perjalanan menuju puncak. dalam hati seakan masih belum percaya ,aku sudah mencapai puncak tertinggi di pulau jawa..sujud syukur dan sholat subuhpun, begitu syshdu digelar ,
bagaimana tidak, baru pertama kalinya aku sholat ditempat tertinggi di tanah jawa ini ,
suasana pagi itu, cukup ramai dengan pendaki yg mulai memadati puncak mahameru.. langit mulai berkilat 2 tanda sebentar lagi sunrice mulai muncul..




Jumat, 08 Januari 2016

Argopuro: menelusur jejak kejayaan putri rengganis diantara langkah dan lelah yang menjadi cerita


   Perjalanan ini dimulai dari stasiun Jebres solo turun di Malang. Di dalam kereta kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Jakarta, yang kebetulan punya tujuan yang sama yaitu Gunung Argopuro.

Akhirnya kami memutuskan untuk bergabung menjadi satu rombongan dengan mereka. Perjalanan semakin  tambah ramai tentunya, setelah kita  gabung dengan rombongan Jakarta. Jumlah kami menjadi 12 orang sekarang.Turun dari kereta kami lanjut naik bus dari Malang ke Probolinggo. Dan sambung lagi dari Probolinggo ke alun - alun Besuki.
   Langit menjelang senja, saat kami tiba di alun2 besuki, disini kami transit sejenak menunggu angkutan ke basecamp Baderan datang.Kebiasaan penduduk lokal disini, mereka doyan banget berkumpul di pinggir taman kota untuk menikmati kopi hitam, yang rasanya tentu saja punya keunikan tersendiri dan tidak akan ditemui ditempat lain. Sambil ngopi, biasanya ditemani aneka gorengan khas besuki, yang rasanya lezat sekali hingga membuat kami pengen nambah lagi.
ALUN - ALUN BESUKI


   Suasana religius tampak sekali di kota ini, lantunan ayat- ayat suci alquran terdengar mengalun merdu dari masjid agung Besuki membelah malam di alun - alun besuki. Wanita disinipun kebanyakan juga mengenakan hijab.

Selesai makan dan jalan- Jalan di kota besuki,kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Baderan. Sudah jam 9 malam saat kami tiba di basecamp,kami istirahat dulu sejenak agar besok pagi bisa kembali bugar untuk mulai melakukan pendakian ke pos 1.
   Matahari pagi mulai menyingsing , burung- burung pun berkicau bersahutan seakan menyambut perjalanan kami berduabelas untuk mulai mendaki Gunung Argopuro ini . Sesekali tampak juga monyet ekor panjang sedang bercandaria diatas dahan sebuah pohon.Trek menuju pos Mata Air 1  melewati ladang penduduk memang sedikit terasa berat, Karena di sepanjang perjalanan nyaris tanpa pepohonan yang  tumbuh, Jalur setapak yang menanjak dengan sisi kiri kanan bukit dan jurang menyuguhkan pesona tersendiri dalam pendakian kali ini.

Hingga matahari terbenam kami baru sampai di Pos Mata Air 1. Acara memasak pun menjadi satu hal yang paling ditunggu setelah seharian berjibaku dengan trek yang begitu melelahkan. Selesai makan dan ngopi , Sholat maghrib dan isyak pun begitu syahdu digelar, dibawah naungan langit yang dipenuhi dengan bintang dan bulan yang terang, seakan berucap selamat datang kawan di taman langit yang indah. Malam itu kami semuanya tertidur pulas.
   Pagi perlahan menjelang, kudengar sahut sahutan burung kecil indah bernyanyi di atas dahan yang kering,suara ayam hutan juga ikut ikutan nimbrung menyambut indahnya pagi. Hari kedua Target kami adalah sampai di pos cikasur. Pos ini dulu pernah menjadi bunker tentara jepang, dan juga terdapat bekas landasan helipad, Hari kedua kami sudah mulai terbiasa dengan trek Argopuro yang menanjak dan naik turun, dan acapkali melewati beberapa padang savana yang sangat luas. Sore sebelum Maghrib kami sudah sampai di cikasur. Kami pun mandi sejenak  di sungai cikasur yang begitu jernih dan dingin.

   Hari ketiga kami memutuskan untuk membuka camp di cisentor . Camp ini hanya beberapa jam saja untuk sampai ke puncak. Baru keesokan harinya pukul 3 pagi wib, kami menjemput matahari terbit di puncak argopuro.Puncak Rengganis adalah puncak yang pertama kali kami tuju, karena disini landscap pemandanganya indah banget, dan istimewanya disini merupakan petilasan dewi rengganis yang merupakan selir prabu Brawijaya VII.Di puncak ini masih sering diadakan acara persembahan dari penduduk lokal ,sebagai bentuk ucap syukur kepada tuhan atas berkah rejeki yang diterima. Dan kami melihat sisa – sisa persembahan itu, berupa kulit kambing yang masih dipenuhi darah segar dan beberapa ceceran darah yang sepertinya belum lama ditinggalkan .
  Turun dari puncak rengganis kami lanjut ke puncak argopuro. Angin kencang seakan menyambut kami menuju puncak argopuro. Dipuncak ini terdapat reruntuhan candi yang sudah tidak beraturan bentuknya. 

Puas menikmati puncak kami segera turun .Setelah Turun dari puncak dan kembali ke cisentor, kita memutuskan untuk langsung turun ke Danau Taman Hidup. Karena perbekalan juga sudah mulai menipis. Perjalanan menuju danau taman hidup dari pos cisentor memakan waktu kira- kira 7- 8 jam. Jalur yang disuguhkan ternyata tak kalah menantang dengan jalur trek baderan. Jalur Bremi ternyata lebih sulit dan melelahkan. Di awal awal perjalanan, kami disuguhi dengan vegetasi hutan yang begitu rapat. Rumput ilalang setinggi 2 meter disisi kiri kanan jalur, seolah selalu menyambut langkah kami. Tak jarang ilalang itu menutup jalur kami. Belum lagi kalo tak sengaja menyentuh tumbuhan penyengat Girardinta palmate atau dalam bahasa lokal sering disebut dengan “jancukan” sontak sekujur tubuh yang terkena tumbuhan ini akan menjadi panas dan pedih,yang efeknya masih terasa hingga 12 jam.

   Senja mulai menjelang dan kegelapan pun sebentar lagi datang. Namun, belum ada tanda - tanda kalau danau taman hidup sudah dekat. Kami semua seolah merasakan hal yang sama. Perasaan resah dan gelisah datang bertubi- tubi memenuhi pikiran kami. Karena sampai malam yang gelap pun kami masih belum bisa keluar dari hutan, terkadang kami juga mendengar suara - suara aneh yang berasal dari balik semak - semak . Dan hal itulah yang menggelayuti pikiran kami. Walaupun kondisi capek dan lapar mendera, kami tetap fokus untuk jalan terus hingga sampai di danau Taman hidup.
   Hingga akhirnya, Setelah melaui perjuangan yang panjang, Sampailah kami di Danau taman hidup.Kira - kira sudah pukul 09.00 malam saat itu.Tak terbayang betapa bahagianya kami waktu itu, Perasaan lega dan haru menyelimuti pikiran kami. Seakan baru saja terbebas dari lingkaran penghuni rimba Argopuro. Dan acara memasakpun menjadi agenda yang ditunggu tunggu,walau hanya ada nasi dan mie rebus, kami makan Lahap sekali  waktu itu,mungkin karena Perut yang sudah keroncongan menahan lapar, setelah berjibaku seharian dengan rimbunnya hutan. Malam ini menjadi malam terindah sepanjang perjalanan kami di Argopuro.

Pagi perlahan menjelang, sayup sayup terdengar suara nyanyian burung berkicau di pagi hari yang cerah ini.  Belum puas rasanya kalau menikmati danau Taman hidup , sebelum kita mandi bareng dan bermain- main air dengan para sahabat. Terimakasih untukmu  sahabat . Tanpa terasa 7 hari sudah kita menghabiskan waktu bersama. Makan dari tempat yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur satu tenda bersama.
Sebelum pulang Kami mengabadikan moment kegembiraan itu dengan  berfoto bareng dan memanjatkan doa bersama. segera setelah itu kami turun gunung. Kami sudah rindu orang tua, rindu masakan yang enak. Dan rindu Hal hal indah yang telah lama kami tinggalkan  dalam 7 hari ini. Terimakasih Argopuro Atas keindahanmu .Semoga alammu tetap lestari dan terjaga dari tangan - tangan jahil manusia.

saran saran dan masukan :
  •  perlengkapan dingin harus benar - benar oke,pada malam hari suhu sudah dipastikan ekstrem bisa sampai di bawah 5 derajat C.
  • jangan jalan malam hari kecuali darurat,usahakan jalan di pagi hari untuk mencapai pos selanjutnya dengan perut sudah terisi,jangan terburu-buru,jalan bareng kawan lain nya dan saling memberi semangat.
  •  dalam perjalanan gunakan celana panjang dan sepatu untuk menutupi kaki dari serbuan tumbuhan yang dapat mengakibatkan luka,karena  saya kemarin sempat terkena tumbuhan yang sering disebut "jancukan" ,dan itu rasanya nggak enak banget.
  • jangan lupa bawa senter,karena track panjang takut nanti kemalaman mencapai pos
  • gunakan tangan panjang yang berkerah untuk menutupi full badan anda dari sengatan matahari yang sangat panas yang dapat membuat kulit anda terbakar,dan juga untuk melindungi tangan anda tidak terkena tumbuhan berduri juga binatang kecil
  • gunakan perasaan anda untuk memilih jalur yang tepat,lihat jalur utama dan fokus,karena memang ada banyak jalur pecahan dan pohon tumbang,selagi jalan juga perhatikan jalur yang tertutup rapat karena di balik semak2 rapat itu banyak kayu melintang yang dapat membuat anda tersendung dan jatuh.jalan pelan2 di jalur yang sangat rapat,jangan buru2 berjalan perhatikan jalur dengan mata kebawah
  • hati2 di perjalanan khusus nya jalur cisentor menuju taman hidup,banyak sekali kita jumpai pohon api2 atau pohon jancukan,pohon ini dapat menyengat kulit pertama kena seperti tersetrum,sehabis itu panas dan gatal2,di sepanjang jalur ini memang harus extra hati2 karena kita akan melewati habitat tumbuhan ini dengan kondisi yang rapat di kanan kiri.di jalur cikasur menuju cisentor juga banyak pohon ini,tapi tidak sebanyak jalur cisentor menuju danau








Jumat, 23 Oktober 2015

video puncak rengganis argopuro

video di puncak rengganis argopuro jatim


Rabu, 29 April 2015

Kena tampol di kereta Api Ekonomi malang - solo


Sistem transportasi di Indonesia memang belumlah sebaik di negera2 maju lainya. Namun pastilah banyak celah di moda transportasi yang bisa kita manfaatkan untuk bisa sampai tujuan dengan membayar lebih murah atau bahkan gratis sekalipun. Namun hal itu hanya bisa kita lakukan pada jaman dulu, sebelum sistem transportasi kita dibenahi .


Dulu kisaran tahun 2005 untuk naik kereta kelas ekonomi ke Jakarta dari solo sangatlah murah Cuma Rp26.000,-  saja. Kebetulan saya lebih suka naik kereta kelas ekonomi. Disamping murah kita dijamin dapat tempat duduk, bahkan bisa tidur pula. Walaupun di dalam ticket tertulis “ticket tanpa tempat duduk “, namun ajaibnya kita bisa duduk dan nyender dimana aja. Asalkan ada tempat yang longgar buat duduk dan nyender. Jadi jika kita nggak kebagian kursi, nggak perlu bersedih , jalan di dalam gerbong kereta dapat difungsikan jadi tempat duduk atau bahkan tempat tiidur dengan hanya bermodalkan kertas Koran bekas.


Dalam perjalanan travelling , tak jarang kereta api menjadi moda transportasi yang paling sering digunakan. Karena disamping murah kadang – kadang bisa dapat gratis pula. Lhoh kok bisa ? waktu itu ceritanya saya travelling ke gunung semeru bareng 10 orang teman. Waktu berangkat  dari solo ke Surabaya aja cuma bayar 10ribu untuk 10 orang  naik kereta ekonomi  gayabaru malam, Pulangnya dari Surabaya ke solo kita naik kereta dari pertamina yang mengangkut minyak . Kita duduk diantara sambungan gerbong, agak beresiko  sih memang, tapi waktu itu memang kantong lagi cekak mendadak dapat ide transportasi gratis. Ya hayuk aja...lanjut!!!


Pengalaman gratis naik kereta bukan hanya saat travelling ke gunung semeru saja. Waktu ke Gunung arjuna malah lebih seru. Ceritanya waktu itu kita berangkat dari solo berempat , yaitu saya ,deden,snack dan Doni.
Dari solo kita naik kereta dari Stasiun purwasari lalu turun di kertosono.dari stasiun kertosono kita nyambung  bus jurusan arjosari malang.Sampai di terminal malang kita oper angkuta jurusan kebun teh Lawang.Singkat waktu  Kita berempat berhasil sampai naik sampai ke puncak . Namun ditengah perjalanan turun kira kira setelah matahari terbenam dan hari mulai gelap kita berempat berpisah. Masing – masing terbagi  menjadi 2 kelompok. Kelompok yang masih istirahat adalah saya dan Doni,sedangkan kelompok  yang mau turun duluan ada Deden sama snack.Mereka sampai ke basecamp duluan bareng pendaki lain. Kebetulan waktu itu kaki ku sedikit cedera Karena  jatuh saat turun , jadi aku minta ke Doni  untuk temenin break dulu.

 Ditengah hutan yang sepi dan gelap kita hanya berdua tok saat itu , Karena deden dan Snack sudah turun  bersama pendaki lain . Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya dengan kaki yang masih cedera aku dan doni melanjutkan perjalanan turun. Persediaan air dan makanan mulai menipis, namun kami belum juga melihat tanda- tanda sampai ke basecamp. Ternyata, kami tersesat , dari tadi kami hanya muter- muter di kebun teh.Entah karena lelah sehingga kami tidak bisa menemukan jalan ke base camp, atau ada hal lain yang menutup mata kami sehingga  sudah sejam kami berjalan  tapi tetap saja ujung-ujungnya kembali ketempat semula. Akhirnya tenaga kami mulai habis, persedian makanan dan minuman pun sudah tak ada lagi. Mau nggak mau kami harus bermalam di kebun teh. Tanpa tenda dan makanan. Tanpa lampu dan penerangan.  saking lelahnya kami pun tak sempat untuk berpikir yang macam – macam. Padahal waktu mau berangkat naik, di basecamp kita diwanti- wanti tentang untuk berhati- hati saat berangkat maupun turun dari gunung Arjuno.


Karena menurut cerita banyak pendaki yang tersesat dan nggak kembali dalam jiwa dan raga. Saat itu kami hanya pasrah dengan apa yang terjadi, Karena sudah tidak ada yang bisa kami lakukan,kecuali memanjatkan doa kepada Yang maha Kuasa. Lebih baik beristirahat dulu sambil menunggu pagi datang. Dan Alhamdulillah, malam itu tidak terjadi apa- apa sampai pagi menjelang. Namun , ada kejadian aneh yang dirasakan Doni. Katanya pohon besar dan  tua segede gaban yang ada disebelah kami , Mendadak berjalan dan bertukar tempat dengan dengan pohon yang ada di sebelah doni. Terlepas apakah itu Cuma halusinasi atau memang benar adanya, kami tidak terlalu menggubrisnya. Yang penting tujuan utama kami adalah bisa turun ke basecamp dan pulang ke solo dengan selamat.

Dan Akhirnya pagi pun datang. Seketika kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan turun. Di jalan kami bertemu dengan ibu- ibu pemetik teh yang pagi-pagi sekali sudah berangkat .  Ibu- ibu itu pun menunjukkan arah jalan pulang, dan ternyata mereka mendapat pesan dari petugas di basecamp kalo teman kami yang dua orang  sudah pulang ke solo.


Informasi itu ternyata benar adanya, teman kami yang dua orang  sudah pulang duluan ke solo. Padahal dompetku berada dalam carriel yang dibawa temanku. Karena kemarin kita sempat tukeran tas waktu turun. Waktu itu tahun 2001  handphone masih mahal, dan kita berempat belum ada yang punya handphone.

Penderitaan ternyata belum berakhir, jiaahh , kayak di film- film aja. Setelah dihitung, uang yang ada di dompet doni hanya sebatas buat bayar ojek ke stasiun dan sekedar makan sepincuk pecel  saja. Trus untuk pulang ke solo bagaimana caranya ?. Akhirnya kami jadi penumpang gelap di kereta yang nggak bertiket dan nggak punya uang sama sekali. Pokoknya kalo ada kereta yang tujuan kea rah barat  kami ikut naik diatasnya. Nggak peduli ketika ketahuan nggak punya tiket mau diberi sanksi hukuman apapun, atau mau diturunin dimanapun. Ternyata di dalam kereta itu, kami bertemu dengan orang-orang yang nggak beli tiket dan melakukan beberapa cara agar bisa gratis naik kereta.


Ada banyak trik yang mereka gunakan, untuk menghindari petugas saat ada pemeriksaan ticket. Mulai dari berjalan santai melewati petugas ke gerbong sebelumnya, bersembunyi diatas gerbong atau pura- pura buang air di kamar mandi. Namun cara yang paling aman adalah berjalan melewati petugas yang akan memeriksa ticket. Walaupun aman trik ini adalah yang paling sulit dilakukan, hanya orang – orang yang lihai saja yang bisa mengelabui petugas. Mereka tahu persis kapan bergerak dan pasang ekspresi muka yang datar seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Saran saya jangan pernah bersembunyi ditoilet. Karena petugas akan menggedor – gedor pintu toilet dan akan ditungguin sampai kamu keluar. Persis seperti yang aku alami. Karena masih amatir, saat petugas datang aku panic dan masuk ke toilet. Ehh ternyata petugas sudah mengendus trik yang satu ini. Digedorlah pintu sekeras mungkin , karena berisik sekali aku terpaksa keluar. Didepan pintu sudah berdiri petugas dengan muka galak, kumis tebal dan bawa pentungan seakan – akan siap  menelanku mentah- mentah. Apalagi aku tidak bisa menunjukkan ticket kereta. Dibantai abis – abisan bener aku waktu itu.


Tak terhitung tamparan yang mendarat di pipi kiri dan kananku. Bukan Cuma itu saja, aku diseret  sampai ke gerbong depan. Sehingga semua pasang mata tertuju kearahku waktu itu. Sampai di gerbong depan aku diturunin  di stasiun berikutnya. Tak patah arang  Aku naik lagi kereta yang menuju kea rah barat, begitu seterusnya sampai aku berhasil mendarat kan kedua kakiku dengan mulus di stasiun Purwosari kota solo.  Tak terbayang betapa leganya hati kami bisa tiba di kota solo dengan selamat. Terimakasih ya Alloh .

****

Rabu, 01 April 2015

Gunung paling angker di Indonesia

Jika kamu suka mendaki gunung, tentunya kamu harus memiliki fisik yang kuat. Mendaki di butuhkan banyak tenaga dan keteguhan hati agar bisa menyampai kepuncak. Walau terasa berat dan begitu susah paya, namun ketika sudah mencapai puncak semua itu akan sirna karena keindahan alam yang luar biasa.
Bagi kalian yang suka mendaki gunung mungkin kalian sudah tahu cerita-cerita atau legenda tentang gunung-gunung yang kalian telah taklukan tersebut. Namun jika kalian tidak pernah mendaki gunung, kalian mungkin tidak tahu kisah tentang gunung-gunung yang ada di Indoensia. Konon katanya banyak gunung yang ada di Indoensia ini yang memiliki kisah menegerikan.
Ada beberapa gunung di Indonesia yang menyimpan cerita sejarah yang mengerikan sehingga gunung-gunung tersebut di anggap angkeh oleh masyarakat sekita. Anda penasaran, gunung apa saja yang dianggap angker oleh masyarakat sekira. Berikut 6 Gunung paling angker yang ada di Indonesia.

1. Gunung Lawu di Jawa Timur

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Lawu yang terletak di perbatasan jawa tengah dan jawa timur ini memiliki tinggi 3.265 meter. Gunung Lawu dianggap sebagai gunung  berapi yang masih beristirahat, karena sudah lama tidak meletus. Gunung Lawu memiliki 3 puncak yaitu Hargo Dalem, Hargo Dumiling, dan Hargo Dumilah. Masyarakat jawa menganggap ketiga puncak Lawu tersebuta dalah tempat yang sakral. Hargo Dalem dianggap sebagai tempat pamokasan Prabu Bhrawijaya Pamungkas. Harga Dumiling sebagai temapat pamokasan Ki Sabdopalon. Sedangkan yang terakhir Hargo Dumilah dianggap misterius karena sering dijadikan sebagai tempat ajang olah batin dan meditasi. Di percaya banyak makluk gaib berkekuatan tinggi yang tinggal di ketiga puncak gunung Lawu tersebut.

2. Gunung Arjuno di Jawa timur

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Arjuno memiliki tinggi 3.339 meter. Gunung ini terletak di jawa timur dan memiliki kisah misterius. Gunung Arjuno memiliki banyak sekali petilasan-petilasan peninggalan kerajaan  Majapahit. Sangking angkernya gunung Arjuno bahkan di percaya jika ada pendaki yang sembrono mereka akan tersesat dan tidak akan bisa pulang selamanya. Tempat yang paling dianggap angker adalah Alas lali jiwo atau hutan lupa diri. Alas lali jiwo terletak sebelum puncak Arjuno, jika pendaki memiliki niat buruk dia akan tersesat dan lupa diri, Banyak kepercaan aneh di masyarakat sana, seperti jumlah pendaki tidak boleh ganjil, pendaki tidak boleh memakai baju berwarna merah dan lain sebagainya. Dan tidak jauh dari alas lali jiwo terdapat pasar dieng alias pasarnya para hantu.

3. Gunung Salak Jawa Barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung salak terletak di Jawa barat dan merupakan gunung yang sering kali di pendaki oleh para pendaki gunung. Yang membuat gunung salak ini angker adalah di puncak gunung salak terdapat makam mbah gunung salak. Pada makam tersebut terdapat tulisan dengan bahasa jawa kasar, agar para pendaki bersikap sopan dan wanita di larang mendaki. Untuk mendaki gunung salak di butuhkan keberanian karena para pendaki akan melewati kampung setan.

4. Gunung Cikuray di Jawa barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Cikuray merupakan gunung tertinggi yang ada di Garut Jawa barat, tinggi gunung Cikuray mencapai 2.818 meter. Yang menjadikan gunung ini angker karena adanya makam keramat yaitu makam sesepuh Cikuray. Dipercaya jika petang menjelang sering muncul penampakan hantu perempuan denga wajah gelap berbaju putih yang kerap mengganggu para pendaki.

5. Gunung Merapi di Yogyakarta

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Semua masyarakat Indosenia pasti kenal dengan gunung Merapi. Gunung yang paling aktiv di indonesia. Kengerian gunung berapi tidak hanya dari lava pasan yang dikeluarkannya, namun ternyata gunung berapi juga merupakan istana makhluk halus. Bahkan penembahan sinopati sang penderi kerajaan Mataram berhasil mengalahkan kerajaan pajang karena di tolong oleh penguasa merapi. Lokasi yang dianggap paling angker adalah kawah merapi yang merupakan istana para setan. Dan puncak merapi yang berupa bebatuan pasir yang bernama Pasar Bubrah di tempat ini juga merupakan tempat berkumpulnya para makhluk halus.

6. Gunung Halimun Jawa barat

6 Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia
Gunung Halimun terletak di Bogor Jawa barat. Gunung ini juga dianggap sangat angker karena ada benteng-benteng milik prabu Siliwangi yang tidak terlihat oleh mata orang biasa. Sisa-sisa punggawa siliwanigi banyak yang lari kegunung Halimu ketika perang Bubat. Bersama dengan gunung salak, gunung halimun juga di anggap sebagai segitiga misteri Bogor, seperti halnya segitiga bermuda. di tempat ini juga sering terjadi hilang pesawat.
Demikianlah 6  Gunung Paling Angker Yang Ada Di Indoensia. Jika anda adalah orang yang hobby mendaki gunung, anda harus berhati-hati, karena anda akan memasuki kawasan para setan. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan terimakasih.