DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 WA
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Gunung argopuro

cikasur Argopuro

bunker kaliadem

gunung merapi

gunung lawu

PosIV CemoroKandang

gunung semeru

danau ranukumbolo

Gunung lawu

posIV cemoro sewu

Minggu, 26 November 2017

Kabut senja di Mojosemi Magetan

Mojosemi Forest Park
Sajikan Wisata Alam Yang Berbeda



KEJENUHAN dalam pekerjaan membuat orang ingin melepas penat dengan berlibur. Tren yang kini dipilih adalah wisata alam. Salah satu lokasi wisata yang menyajikan keindahan alam dan suasana sejuk ini adalah  Mojosemi Forest Park di Kabupetan Magetan, Jawa Timur.


 Mojosemi Forest Park menyajikan wahana wisata alam yang bisa dieksplore pengunjung seklaigus menyediakan fasilitas penginapan yang juga banyak pilihan. Beberapa wahana wisata tersebut bisa dilakukan oleh orang dewasa dan aman bagi anak-anak.
Untuk wahana yang cukup terkenal disini High Rope Adventure, yang dikhususkan untuk dewasa. Ini seperti outbond tetapi tantangannya lebih tinggi, karena dilakukan di ketinggian. ada 18 rintangan bersambung yang harus dilewati peserta untuk sampai finish dalam High Rope Adventure ini. Ketinggiannya mencapai 15 meter dan flying fox sepanjang 80 meter. Jadi, benar-benar menawarkan pengalaman adventure yang berbeda.

Selain itu ada ATV zone dan air soft gun yang bisa dicoba. Bagi pengunjung yang ingin merasakan track lawu, bisa mencoba Lawu Tour yang pastinya diantar oleh sopir handal menggunakan jeep untuk menyusuri jalan-jalan terjal.

Bagi keluarga yang membawa anak-anak tak perlu khawatir, karena di Mojosemi Forest Park juga menyajikan wahana bermain bagi anak-anak seperti ATV yang didampingi oleh tour guide serta playground yang pastinya aman. Berbagai spot selfie pun juga dihadirkan untuk mengakomodir pengunjung yang hobi banget sama selfie.

Mojosemi memiliki selfie deck dengan background Air Terjun Tirto Mojo. Bagi yang hobi mendirikan tenda, Mojosemi menyediakan spot atau tempat camping ground yang muat 100 tenda disana. Bagi yang tidak membawa tenda, Mojosemi pun menyewakan.Gak semua orang mau ribet mendirikan tenda dan menyiapkan segala sesuatunya,maka glamour camping pun bisa menjadi solusi sebagai tempat singgah.


Glamour Camping menyediakan tipe Lawu Forest Camp yang menggunakan tenda besar, biasanya dapat menampung 5-6 orang. Kemudian Container Forest Camp yang cukup unik, dimana bangunannya menggunakan container dan dapat diisi hingga 5 orang, serta Tenda Deck Camp yang menggunakan tenda kemah pada umumnya, namun sudah disediakan tempat tidur lengkap dengan perlengkapannya.

Untuk tahun baru 2018 nanti  hampir semuanya sudah full boked, terutama di hari H okupansi sudah 80 persen. Biasanya akan  ada acara akustikan sama menyalakan kembang api kecil-kecilan  di spot tertentu, karena dilarang merusak tanaman disini. Rata-rata pohon ini sudah berumur 100 tahunan lebih, jadi harus dijaga sama-sama.




Senin, 30 Mei 2016

Sapi Ndekem jadi Ikon baru kota Boyolali


Boyolali yang terkenal banget sebagai Kota Susu , punya ikon baru . Ikon baru ini untuk memberikan satu greget , satu poin yang mana menunjukan benar benar sebagai kota Susu atau lebih singkatnya sebagai penanda yang memperjelas Boyolali sebagai Kota Susu.

Patung Sapi Ndekem , ini lah ikon yang dibangun oleh Pemerintah Boyolali. Oh iya letaknya di dalam komplek Kantor Kabupaten Boyolali yang baru tepatnya diantara Alun Alun + Pendhopo dengan Gedung DPRD Boyolali.

Patung Sapi Ndekem ini bukan sekedar patung , tapi sebenarnya ini adalah sebuah gedung, boleh menyebutnya Gedung Sapi Ndekem eh tapi jangan deh. Nama resmi dan nama aslinya adalah Gedung Lembu Suro.


Gedung lembu Suro ini adalah satu satu megaproyek senilai Rp 2,7 miliar milik Pemerintah Kabupaten Boyolali tersebut memang sengaja dibangun sebagai ikon Boyolali yang dikenal sebagai Kota Susu. Selain itu, pembangunan gedung itu juga dapat difungsikan sebagai tempat pertemuan terbatas tamu-tamu pemkab.

Secara penampakan luar atau eksteriornya bentuk sapi lagi ndekem , nah kalau bagai dalamnya tentunya buat ruang pertemuan tapi konsepnya seperti gedung bioskop , jadi tempat duduk untuk para tamu yang berkunjung kesini itu berundak – undak.

Info tambahan , untuk secara keseluruhan luas bagunan Gedung Sapi Ndekem eh maksudnya Lembu Suro ini dimensinya 18×12 meter persegi. Luas tersebut sudah meliputi taman di sekitar gedung ini . kemudian untuk luas bagian dalam atau bisa disebut sebagai luas bangunannya sendiri yahh ? luasnya mencapai 65 meter persegi.



Eksotisnya Pantai Sadranan Jogjakarta


Berada di Dusun Pulegundes II, Desa Sidoarjo, Kecamatan Tepus, Gunung Kidul, DIY. Pantai Sadranan berada kurang lebih selama 2-3 jam dari pusat kota Yogyakarta. Rutenya dari pusat kota Jogja seperti biasa, langsung mengambil arah menuju Jalan Wonosari. Setelah sampai di Kota Wonosari, ambil jalur yang mengarah ke pantai baron. Namun setelah melewati pos retribusi kita bakal menjumpai pertigaan jika kenan pantai baron, nhah kita lurus saja terus menuju arah pantai krakal. Nhah Pantai Sadranan ini berada di sebelah timur dari pantai krakal.


Kalau menurut warga sekitaran, nama pantai Sadranan ini di ambil karena pantai ini kerap digunakan untuk melakukan nyadran sesajen ke laut.

Pantai dengan pasir putih dan belum banyak terjamah orang ini sangat cocok bagi kamu yang mungkin lagi galau dan pengen menyegarkan pikiran. Selain enak buat nyantai, di pantai ini juga kamu bisa lhoh snorkeling di pantai ini. Karakteristik ombak di pantai ini pun nggak jauh-jauh beda sama yang di pantai nglambor yang ombaknya nggak terlalu gede di bibir pantai.

Nggak punya alat snorkeling? Tenang saja di pantai ini sudah terdapat tempat penyewaan alat-alat snorkeling. Menurut pengelola, pantai ini menyimpan keindahan bawah laut yang masih alami dan sangat cocok bagi kamu yang tertarik untuk mengenal lebih dekat dunia bawah air, dan ingin berinteraksi langsung denngan penghuni bawah laut, seperti terumbu karang, ikan – ikan cantik.



Bagi kamu yang nggak bisa snorkeling tapi pengen belajar snorkeling di pantai ini, tidak perlu khawatir tentang alat dan keamanan karena pengelola telah menyediakan persewaan peralatan snorkeling plus pemandu untuk mengajarkan teknik senorkeling sekaligus sebagai pemandu menuju spot-spot snorkeling terbaik. Harga sewa yang di tawarkan pun sangat fantastis, cukup dengan Rp 50.000/pax kamu sudah dapat alat snorkel berupa kacamata, selang, pelampung serta sepatu plus pemandu. Tarif ini berlaku untuk dua jam. Bagi kamu yang masih pemula, sebelumnya akan di latih terlebih dahulu dasar-dasar mengenai penggunaan alat snorkeling agar nantinya nyaman dan juga kamu nantu bakal diajarkna juga cara menarik perhatian ikan ikan agar mau mendekat dan tidak takut saat didekati.

Terdapat beberapa spot favorit yang nantinya akan di tunjukkan oleh pemandu, diantaranya spot Watu pecah dan Kali Senggoro. Di dua spot ini snorkeler akan di suguhi dengan pemandangan biota laut yang asih alami. Terumbu karang yang mempesona dan spesies–spesies langka yang di lindungi seperti ikan Kepe–Kepe, Areng–Areng, Morish Idol, Botana Kuning, Botana Achilles, Ikan Lepu, Kerondong (Belut Moray), anakan Kerapu, Belanak, Muniran/ Pajung Pari, ikan Buntal dan ikan Neon, dan lain–lain.


Selain cocok bagi kamu yang galau maupun kamu yang suka snorkeling, di Pantai Sadranan Wonosari cocok juga bagi kamu para pecinta alam, karena tempat ini juga sangat cocok untuk bermalam dan ber-camping dan api unggun. Kalau misal kamu nggak bawa dome atau malas bawa dome dari jogja, kamu juga bisa lhohh menyewa dome di penyawaan yang ada di sekitaran lokasi pantai. Untuk seewa dome ini kamu bakal di bandrol dengan harga Rp 50.000 selama 24 jam di lengkapi fasilitas karpet dan kapasitas empat orang untuk satu dome.


Pesona Pantai Wedi ombo Gunung kidul




Pantai Wediombo merupakan pantai tujuan wisata yang kondisinya masih perawan karena belum banyak wisatawan berkunjung ke tempat ini sehingga lingkungan pantai ini masih sangat bersih. Pantai ini termasuk dalam gugusan pantai yang terletak di ujung timur dan hampir berbatasan dengan pantai yang terletak di Kabupaten Wonogiri. Pantai Wediombo berasal dari bahasa Jawa yang berarti pasir yang luas. Hal ini sesuai dengan keadaan pantai ini yang mempunyai pasir pantai yang putih dan sangat luas terhampar mengikuti panjang pesisir. Hal ini dikarenakan dari gempuran ombak yang menghantam perbukitan kars sehingga butiran pasir yang dihasilkan berwarna putih.



Pantai ini merupakan teluk yang menghadap ke barat sehingga bisa menyaksikan keindahan sunset dari matahari tenggelam. Keindahan yang dapat dinikmati wisatawan selanjutnya adalah berselancar atau surfing , karena pantai Wediombo ini mempunyai ombak yang besar dan cocok untuk olah raga selancar.

Pantai Wediombo ini juga memiliki gugusan karang dengan bentuk yang unik dan menawan.Sehingga tak jarang menjadi tempat favorit pengunjung untuk berfoto selfi. Disamping untuk foto Karang yang menjorok ke laut tersebut dapat digunakan pula untuk tempat memancing. Dikawasan ini banyak terdapat ikan laut seperti kerapu, tenggiri, ikan cucut dan kalau beruntung, anda akan mendapatkan ikan kakap batu yang beratnya bisa belasan kilogram.

Selanjutnya kalau kita arahkan pandangan ke sisi kanan dan kiri pantai ini akan kita dapati perbukitan yang hijau dan banyak tanaman yang tumbuh subur di tempat tersebut . Bagi anda yang suka berpetualang seperti hiking, pantai Wediombo sangat tepat untuk dijadikan tempat kegiatan tersebut
.


Lokasi

Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sekitar 40 km arah tenggara kota Wonosari.

Akses

Bagi wisatawan yang menggunakan kendaraan pribadi dapat menggunakan  jalur :

 Dari Wonosari Gunung kidul:
Menyusuri pantai-pantai di Gunungkidul, Tepus, Girisubo hingga sampai di Wediombo.
Wonosari – Semanu – Jepitu – Wediombo.

Dari wonogiri
Dapat menyusuri waduk gajah mungkur - Aeromoko - Pracimantoro - Rongkop-Girisubo wediombo

Harga Tiket

Harga tiket masuk Pantai Wediombo ini sebesar Rp.5.000,- per orang ( Mei 2016 )

Fasilitas

Kendati pantai Wediombo ini lokasinya cukup terpencil tetapi fasilitas yang dimilikinya lumayan lengkap. Di tempat ini sudah terdapat banyak kios-kios yang menyediakan makanan, minuman dan olahan hasil tangkapan laut. Musholla dan kamar mandi juga bisa anda dapatkan di pantai ini. Bagi para wisatawan yang memutuskan untuk bemalam disediakan tenda untuk berkemah disekitar perumahan nelayan

Rabu, 10 Februari 2016

Pengalaman Tembus di Majalah National Geographic Traveller edisi februari 2016

Awalnya sih iseng iseng saja kirim artikel dan foto ke Majalah Natgeo traveller, karena sering membaca di perpustakaan GANESHA SOLO.
Jarak dari pengiriman artikel ke pemberitahuan kalau artikel saya disetujui makan waktu berbulan bulan bahkan hampir satu tahun sampai saya lupa pernah mengirim artikel itu.
excited banget waktu membuka surel dan ternyata wow.. artikel ku tembus di majalah yang selama ini aku idola dan kagumi.

Selasa, 09 Februari 2016

Tersesat di Gunung Arjuno jawatimur

GUNUNG ARJUNO PASURUAN 2002




       suatu hari di bulan juni 2003, saya bersama 3 orang sahabat saya, deden ,snack dan dony berencana akan melakukan pendakian ke gunung arjuno di malang. Kami berangkat dari stasiun jebres solo turun di kertosono, lanjut naik bus 3/4 jurusan Arjosari malang,dari arjosari lanjut naik angkot jurusan kebun teh.Di dalam angkot menuju kebun teh itu,kami sempat bertanya ke penumpang cewek yg duduk disebelah saya dan masih pake seragam sekolah. " mbak kalo mau ke gunung arjuno turun dimana ya nanti", tanya saya.
"oooo.. mas mas ini mau ke gunung arjuno to", jawab cewek yg pke seragam sekolah itu dgn jawaban setengah tak percaya dan sesekali bercanda dengan teman di sebelahnya seperti menyimpan suatu rahasia.

" iya, emang nya kenapa kok kyaknya aneh gitu ngeliat kita mo naik ke arjuno".dengan muka yg tersipu 2 gadis itu akhirnya bersedia menjelaskan " bukanya meremehkan tapi kaliyan kok berani2 nya naik ke arjuno, disana itu ada tempat yang namanya hutan 'lali jiwo' menurut mitos disini, di Hutan Lali jiwo banyak terdapat manusia yang mencari ilmu dgn bertapa disitu. Tapi tidak bisa dilihat dgn kasat mata alias mereka terjebak masuk ke alam lain ,namun sebenarnya mereka masih berada disitu".
" jika kaliyan punya penglihatan indra ke 6 kaliyan bisa liat kok " papar gadis itu kali ini dgn air muka serius.
" owww, gitu ya ..., tapi kok kamu bisa tau banget sich soal  itu semua ? ", tanya saya sambil menatap serius ke gadis itu.
ternyata mereka berdua adalah anggota pecinta alam dan sekaligus tergabung sebagai tim sar dari gunung arjuno itu sendiri.
" nanti kaliyan mampir ke tempat saya dulu,gimana? nanti dari rumah kami antar ke basecamp",ajak gadis itu .
" ok dech, tapi apa nggak ngrepotin nanti ?"
" ggak kok keluarga saya keluarga pendaki , kakak saya juga pendaki, jadi kami malah senang kalo kaliyan mau mampir, jadi tambah banyak temen ", jawab gadis itu dengan tatapan mata yang ramah.
"ohh ya,namaku farida panggil saja ida" , kalo kaliyan ?"
Namaku Tiyo, sebelahku ini Deden,kalo yg depan kmu itu
itu si doni dan sebelahnya adalah snack”, jawab ku dengan mimic muka seperti cerdas cermat .
Tanpa terasa angkutan pun telah sampai di kebun teh, kami berempat pun ikut turun bersama Farida. Rumah Farida sebenarnya tidak begitu jauh dari basecamp arjuno, kira- kira 15 sampai 20 menit juga nyampe. Tiba dirumah Ida kami disambut hangat dari keluarga,mereka senang dapat kunjungan dari kami anak- anak Solo. Laen waktu gantian mereka yang maen kesolo,walaupun baru saja bertemu tapi kami sudah akrab,kayak sudah kenal lama. Selesai makan dan packing perbekalan,kami diantar Farida ke base camp arjuno.
hari menjelang senja,ketika kami sampai .setelah mendaftar dan membayar uang retribusi , kami putuskan untuk langsung berangkat naik.
farida pun mengantar kami sampai ke depan gerbang masuk.
"hati -hati ya kawan, jaga diri kaliyan baik2, nanti kalo sudah turun mampir lagi ya ke rumah, aku tunggu lho".
" oke ... makasih ya da, dah bantu kami hingga sampai di basecamp ini, besok kalo waktunya longgar ,kita usahakan mampir..",jawab saya sambil menahan haru . Kami berjalan pelan- pelan menyusuri kebun teh, lalu perlahan lahan hilang di rimbunya semak belukar yang tingginya hampir 2 meteran ada.
selepas semak belukar kami mulai memasuki vegetasi hutan yang  sedikit menanjak. disini banyak digunakan sebagai tempat untuk membuka tenda , karena masih banyak ruang terbuka yg cukup untuk membuka tenda.

    Kami istirahat sejenak , menyalakan kompor gas dan memasak air untuk bikin kopi.
suasana disekitar cukup sepi,tak ada suara manusia ataupun binatang. kami menikmati kopi saja tanpa berpikir apa2. yang ada di pikiran kami adalah jalan terus agar tidak terserang dingin , karena kami memang tidak bawa tenda pada waktu itu.hanya semangad lah yang akan membawa kami menuju ke puncak, pada waktu itu saya baru lulus Smk, dan ketiga teman saya masih duduk dikelas 3. pada waktu itu tenda dome dan peralatan gunung lainya masih merupakan barang yang mewah dan sulit terjangkau bagi kami yang masih berstatus pelajar.
Paling kami cuma bisa menyisihkan uang  jajan untuk biaya akomodasi perjalanan. Dan bisa dipastikan sebagai budget yg mepet dan nekat untuk ukuran perjalanan lintas propinsi. Mungkin itulah yang disebut darah muda, darahnya para remaja yang sedang mencari identitas.
...
    Trek semakin bertambah menanjak setelah kami memasuki vegetasi hutan yang rapat.kami seperti berjalan di dalam gua, karena pandangan kami hanya kedepan saja.
hari menjelang pagi, saat kamu tiba di suatu punggungan bukit .. pertanda puncak sudah semakin dekat.
Kami beristirahat sejenak untuk mengisi perut. menu kebangsaan kami adalah mie rebus ditemani kopi susu , sukses mendongkrak stamina kami untuk melanjutkan perjalanan ke puncak arjuna, puncak terindah di jawa..
selesai mengisi perut kami langsung tancap gas ke puncak.
tepat tengah hari sampailah kami di puncak, kami takjub dengan segala keindahan ya, dari puncak arjuna ini kita dapat melihat puncak2 gunung yg lain di jawatimur. seperti puncak wilis ,semeru,kelud dan lain lain.
Di puncak ini lah kali pertama saya menemukan kristal kristal yang membeku akibat dinginya udara di puncak.
ganbate.. , di puncak arjuno ini terdiri dari tanah dan batuan pecah belah yang bertumpukan,sehingga menambah view bagi kami yang ingin mengambil gambar

.

puncak gunung Arjuna 2002

    Begitu indah puncak ini, dari sini tidak ada pohon ataupun bukit yang menghalangi mata untuk melihat view dari segala macam sudut. barat timur utara selatan semua tersaji view
yang memanjakan mata.Puas mengambil gambar kami segera turun karena matahari mulai tergelincir ke sebelah barat.pertanda sore segera menjelang dan kita tidak ingin kemalaman di hutan Lalijiwo.
    perjalanan turun sepertinya tak semulus perjalanan naik. energi yang sudah menurun tak ayal membuat kaki tergadang ogah berkompromi dengan trek. hingga tak jarang sesekali sayapun jatuh terpeleset karena medan yang licin dan terjal.
menjelang senja kita baru sampai di semak - semak yang tinggi , dan hari semakin gelap. namun kaki ini mendadak susah untuk diajak kompromi.
saat mau berangkat tiba2 kakiku susah digerakkan, padahal rombongan sudah agak jauh didepan diikuti deden dan snack, Mereka  turun duluan, menyisakan kami yang masih dibekap cedera kaki.   
        Alhamdulillah masih ada doni yang menemani saya di gelapnya malam itu.
Ditengah hutan yang sepi dan gelap kita hanya berdua saja saat itu , Karena semua pendaki lain sudah turun. Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Akhirnya dengan kaki yang masih cedera aku dan doni melanjutkan perjalanan turun. Persediaan air dan makanan mulai menipis, namun kami belum juga melihat tanda- tanda basecamp. Ternyata kami tersesat , dari tadi kami hanya muter- muter di kebun teh. Sudah sejam kami mencari jalan keluar tapi tetap saja ujung-ujungnya kembali ketempat semula. Akhirnya tenaga kami mulai habis, persedian makanan dan minuman pun sudah tak ada lagi.
suasana menjelang malam sebelum kami terpisah dari rombongan

      Mau nggak mau kami harus bermalam di kebun teh. Tanpa tenda dan makanan. Tanpa lampu dan penerangan.  saking lelahnya kami pun tak sempat untuk berpikir yang macam – macam. Padahal waktu mau berangkat naik, di basecamp kita diwanti- wanti tentang untuk berhati- hati saat berangkat maupun turun dari gunung Arjuno. Karena menurut cerita banyak pendaki yang tersesat dan nggak kembali dalam jiwa dan raga. Saat itu kami hanya pasrah dengan apa yang terjadi, Karena sudah tidak ada yang bisa kami lakukan. Lebih baik beristirahat dulu sambil menunggu pagi datang. Dan Alhamdulillah, malam itu tidak terjadi apa- apa sampai pagi menjelang. Namun , ada kejadian aneh yang dirasakan Doni. Katanya pohon besar dan  tua segede gaban yang ada disebelah kami , Mendadak berjalan dan bertukar tempat dengan dengan pohon yang ada di sebelah doni.

      Terlepas apakah itu Cuma halusinasi atau memang benar adanya, kami tidak terlalu menggubrisnya. Yang penting tujuan utama kami adalah bisa turun ke basecamp dan pulang ke solo dengan selamat. Dan Akhirnya pagi pun datang. Seketika kami beranjak untuk melanjutkan perjalanan turun. Di jalan kami bertemu dengan ibu- ibu pemetik teh yang pagi-pagi sekali sudah berangkat .  Ibu- ibu itu pun menunjukkan arah jalan pulang, dan ternyata mereka mendapat pesan dari petugas di basecamp kalo teman kami yang dua orang  sudah pulang ke solo. Informasi itu ternyata benar adanya, teman kami yang dua orang  sudah pulang duluan ke solo.

     Padahal dompetku berada dalam carriel yang dibawa temanku. Karena kemarin kita sempat tukeran tas waktu turun. Waktu itu tahun 2001  handphone masih mahal, dan kita berempat belum ada yang punya handphone. Penderitaan ternyata belum berakhir, jiaahh , kayak di film- film aja. Setelah dihitung, uang yang ada di dompet doni hanya sebatas buat bayar ojek ke stasiun dan sekedar makan sepincuk pecel  saja. Trus untuk pulang ke solo bagaimana caranya ?. Akhirnya kami jadi penumpang gelap di kereta yang nggak bertiket dan nggak punya uang sama sekali. Pokoknya kalo ada kereta yang tujuan kea rah barat  kami ikut naik diatasnya. Nggak peduli ketika ketahuan nggak punya tiket mau diberi sanksi hukuman apapun, atau mau diturunin dimanapun. Ternyata di dalam kereta itu, kami bertemu dengan orang-orang yang nggak beli tiket dan melakukan beberapa cara agar bisa gratis naik kereta. Ada banyak trik yang mereka gunakan, untuk menghindari petugas saat ada pemeriksaan ticket. Mulai dari berjalan santai melewati petugas ke gerbong sebelumnya, bersembunyi diatas gerbong atau pura- pura buang air di kamar mandi.

     Namun cara yang paling aman adalah berjalan melewati petugas yang akan memeriksa ticket. Walaupun aman trik ini adalah yang paling sulit dilakukan, hanya orang – orang yang lihai saja yang bisa mengelabui petugas. Mereka tahu persis kapan bergerak dan pasang ekspresi muka yang datar seolah – olah tidak terjadi apa – apa. Saran saya jangan pernah bersembunyi ditoilet. Karena petugas akan menggedor – gedor pintu toilet dan akan ditungguin sampai kamu keluar. Persis seperti yang aku alami. Karena masih amatir, saat petugas datang aku panic dan masuk ke toilet. Ehh ternyata petugas sudah mengendus trik yang satu ini. Digedorlah pintu sekeras mungkin , karena berisik sekali aku terpaksa keluar. Didepan pintu sudah berdiri petugas dengan muka galak, kumis tebal dan bawa pentungan seakan – akan siap  menelanku mentah- mentah. Apalagi aku tidak bisa menunjukkan ticket kereta.
      Dibantai abis – abisan bener aku waktu itu. Tak terhitung tamparan yang mendarat di pipi kiri dan kananku. Bukan Cuma itu saja, aku diseret  sampai ke gerbong depan. Sehingga semua pasang mata tertuju kearahku waktu itu. Sampai di gerbong depan aku diturunin  di stasiun berikutnya. Tak patah arang  Aku naik lagi kereta yang menuju kea rah barat, begitu seterusnya sampai aku berhasil mendarat kan kedua kakiku dengan mulus di stasiun Purwosari kota solo.  Tak terbayang betapa leganya hati kami bisa tiba di kota solo dengan selamat. Terimakasih ya Alloh .













Jumat, 29 Januari 2016

Nggembel di Gunung Semeru 2001

     

  Saya masih ingat saat itu masih kelas 3 sma, di tahun 2001,  mendekati datangnya  hari lebaran , tiba - tiba  temen saya  datang, ngajakin naik gunung ke semeru, padahal duit di kantong cuman ada 80 ribu, kata dia, "cukup kok uang segitu" ,tenang ajaa,Ucapnya sambil meyakinkanku. Singkat cerita tibalah pada hari yg sudah ditentukan, tepat pada hari ke-3 setelah lebaran, kami berkumpul di stasiun jebres sebelum maghrib,setelah cek perbekalan dan bayar patungan uang 50rb untuk biaya transport . Kami berangkat naik kereta Gaya baru malam, kami memang sengaja tidak membeli karcis alias bayar diatas demi menghemat anggaran,dan juga saat itu sistem di KAI belum seketat sekarang. Sampai di surabaya sekitar pukul 3 pagi, karena blom ada transport kami memutuskan untuk jalan kaki ke terminal .
 Dari terminal surabaya kita naik bus arah probolinggo, turun di senduro lanjut naik truk ke ranupane.di sepanjang jalan kami di suguhi pemandangan yg cantik. Melewati pemukiman penduduk khas probolinggo,yg mrpkn penghasil mangga.dan hampir di tiap rumah bisa ditemukan pohon mangga yg sdg berbuah.Menjelang tengah hari kami tiba di basecamp ranupane. Setelah mendaftar di sekretariat dan dicek perbekalan oleh petugas, kami langsung bergegas berangkat memulai pendakian.kami disuguhi trek hutan basah dan jalan setapak,yg sesekali terhalang oleh pohon besar yang tumbang,sehingga kita harus berjalan satu 2 untuk melewati celah sempit akibat dari pohon yg tumbang tadi. 

Menjelang senja, dikejauhan Nampak semburat hijau kekuningan diterpa matahari senja, sejauh mata memandang yang nampak hanya keindahan,kemarin aku hanya bisa bermimpi , tapi sekarang membentang dihadapan,  danau ranukumbolo, yach ini bukan mimpi, ini kenyataan ... aku menghirup udaranya,  minum airnya dan bermalam di tepinya..sungguh indah menghabiskan malam disini, dibawah bintang-bintang kami menikmati kopi susu hangat sambil bercerita tentang harapan dan cita cita yg akan kami rengkuh,nanti setelah turun dari gunung.
Rombongan kami 11 orang, dan hanya ada satu orang cewek, Mira namanya,selain menjabat menteri keuangan dia juga m
enjadi kepala chef,dialah juga yang menjadi penguasa tenda dom,sedangkan yg lain tidur diluar  berselimutkan sleeping bag,  beruntung malam itu cuaca cerah.jadi kami semua bisa tertidur dgn pulas.
Pagi perlahan menjelang, baru saja membuka mata kami sudah disuguhi pemandangan yg eksotis,sekumpulan burung belibis sedang bermain - main air persis di depan kami, wow sungguh pemandangan yang eksotis dan jarang ditemui tentunya. Burung belibis ini biasanya hanya singgah sebentar , dari asalnya australia,mereka bermigrasi untuk mencari tempat tinggal yang nyaman dari suhu yg extrem,
Menikmati sunrice di ranukumbolo sambil ngopi,adalah moment terindah dalam hidup, udara pagi yang dingin pun pecah saat semburat orange kemerahan muncul di ufuk timur,dan perlahan menjadi bulat sempurna,wonderfull..lanjut sarapan pagi ala cheft mira, mengantar perjalanan kita hari ini, menuju pos selanjutnya

Perjalanan dimulai dengan mendaki tanjakan cinta, dan menyusuri oro2 ombo, hingga sampailah kami di kalimati untuk mengisi air. Sumber air di kalimati merupakan sunber air alami yg memancar langsung dari bukit yg airnya jernih dan kandungan mineralnya masih banyak.lokasi sumber air ini agak tersembunyi, namun susah payah itu akan terbayar saat kita sampai di lokasi.
Selesai rehat, perjalanan kembali dilanjutkan, hingga petang menjelang sampailah kita di arcopodo,disinilah kita akan membuat bivak untuk beristirahat pada malam ini. Sore itu gerimis kecil,menyambut kedatangan kami di arcopodo 
Selesai makan malam kami harus tidur semua, karena kami harus bangun jam 2 untuk  start berangkat lagi menggapai puncak dimahameru.
Alhamdulillah  jam 2, kamipun sudah bersiap2 untuk berangkat.


Setelah berdoa, kami bersebelas,mulai melangkahkan kaki menggapai puncak tertinggi di pulau jawa. kabut tipispun turun perlahan,menyambut langkah kami yang mulai memasuki trek berpasir.
disinilah kesabaran kita diuji, karena setiap kita melangkah sekali,akan merosot lagi  dan begitu terus selanjutnya.
hanya pejuang yg tangguh dan punya keinginan yg kuatlah yang bisa menjejakkan kakinya di puncak..
yg niatnya cmn setengah2 bisa dipastikan akan berhenti di tengah jalan..
karena trek arcopodo mahameru adalah trek yang tersulit dari seluruh jalur yg ada di semeru ini.
disinilah batas kesabaran dan nyali kita diuji. trek melelahkan ini akhirnya bisa kita tuntaskan selama hampir 4 jam ,kerlap kerlip lampu kota jadi view yang indah ,menjadi penawar lelah perjalanan menuju puncak. dalam hati seakan masih belum percaya ,aku sudah mencapai puncak tertinggi di pulau jawa..sujud syukur dan sholat subuhpun, begitu syshdu digelar ,
bagaimana tidak, baru pertama kalinya aku sholat ditempat tertinggi di tanah jawa ini ,
suasana pagi itu, cukup ramai dengan pendaki yg mulai memadati puncak mahameru.. langit mulai berkilat 2 tanda sebentar lagi sunrice mulai muncul..