Gunung argopuro
cikasur Argopuro
bunker kaliadem
gunung merapi
gunung lawu
PosIV CemoroKandang
gunung semeru
danau ranukumbolo
Gunung lawu
posIV cemoro sewu
Rabu, 07 September 2022
Masa -masa penuh kenangan
Senin, 09 November 2020
Ngecamp di bukit paralayang segoro gunung karanganyar 07112020
hallo gess..kali ini kita mau mencoba explore tempat wisata baru di bumi intan pari.Yups tempat ini biasa dipakai para atlet paralayang untuk latihan terbang.Disamping sebagai tempat latihan paralayang, disini juga menjadi tempat ngecamp yang asik,karena view ditempat ini menggugah selera mata para penikmat senja maupun pengabdi kopi bersama dinginya kabut.
kali ini saya berangkat bersama istri dan anak (kali pertama bawa anak dan istri buat ngecamp) juga temen temen kantor dari istri ada anis ,fatma,Nia,Rizky dan juga Dancep.namun hanya Anis,nia dan fatma yang stay untuk ngecamp.rizky dan dancep balik lagi ke solo sesaat sebelum maghrib tiba.
berangkat dari rumah sekitar pukul 12.30 wib dari Baki sukoharjo, setelah saling tunggu menunggu peserta ngumpul di tempat yang sudah ditentukan, kita jalan sampai bukit paralayang kemuning karanganyar sekitar pukul 14.30.
Lanjut mendirikan tenda dan foto foto sebentar ,lalu kita mulai menghidupakan kompor untuk ngopi.
view menjelang senja memang cukup indah disini ,tapi sayang Sunset kali ini agak tertutup mendung ,akhirnya kita cuma dapat foto foto siluet, but not bad lah.
menjelang malam lanjut acara bakar bakaran, kali ini kita bawa bakso,sosis dan ayam serta lele untuk mengisi perut.Malam semakin dingin dan view lampu kota yang gemerlip menambah candu tersendiri bagi para pengunjung yang menggelar camping di bukit paralayang kemuning karanganyar ini .
setelah kantuk terasa akhirnya semua kembali masuk ke tenda dan tidur.Keesokan harinya kita terbangun jam 04.30 dan pemandanganya begitu beautiful . kabut pagi yang indah
Setelah mandi dan makan pagi kita packing dan balik ke solo. alhamdulillah cuaca hari ini cerah dan kita bisa menikmati udara dingin di bukit paralyang kemuning ini..
setiap perjalanan pasti akan membawa kenangan yang membekas dalam diri kita,dan kenangan yang indah ini semoga membawa kebaikan untuk hari depan yang lebih baik. Untuk kita, untuk anak anak kita dan untuk pasangan kita nantinya ( bagi yang belum menemukan tambatan hati )
retribusi tiket masuk
-Masuk lokasi per@Rp3.000,-
-Parkir motor Rp5000,-
-Retribusi ngecamp @15.000,- per orang
Kamis, 30 Januari 2020
Telaga madirda Karanganyar
Selasa, 08 Oktober 2019
Meretas jejak erupsi merapi 2010
Setelah erupsi Merapi pada tahun 2006 dan 2010 telah merubah wajah Kaliadem yang dulunya merupakan daerah yang perkemahan yang hijau dengan hamparan tanah yang sangat luas. Wilayah ini sekarang tertimbun bekas lahar Merapi yang digunakan untuk lava tour Merapi kaliadem. Para Wisatawan dapat melihat dari dekat material bekas letusan gunung Merapi dan dapat menyaksikan sebuah bunker tempat perlindungan yang merenggut nyawa dua relawan.
Kegiatan lava tour merapi ini selain bisa menjadikan orang mengerti bagaimana dahsyatnya letusan Gunung Merapi. Dengan lava tour wisatawan dapat menyaksikan puncak gunung Merapi dengan jarak pandang sekitar 2 km. Gunung yang berketinggian 2.965 m dpl ini mengeluarkan asap sulfatara yang tak pernah berhenti mengepul dari kawahnya.
Kaliadem yang dulunya merupakan bumi perkemahan yang dilengkapi dengan fasilitas seperti basecamp pendakian, gardu pandang, warung-warung makan, toilet dan musholla sekarang ini bangunan-bangunan tersebut tertimbun dan hanya terlihat beberapa bagian dari atas bangunan yang pernah ada yang telah hancur.
Keganasan Merapi lainnya dapat kita lihat sebuah bunker tempat persembunyian relawan pada wakti itu. Sebenarnya banker tersebut dibangun untuk perlindungan bila sewaktu-waktu Merapi menyemburkan awan panas. Akan tetapi letusan pada tahun 2006 tersebut selain menyemburkan awan panas juga memuntahkan material berupa pasir dan bebatuan panas yang mampu menumbangkan Geger Boyo ( bukit yang berada di bagian selatan Merapi, sehingga menimbunn kawasan Kaliadem
Akibatnya material panas tersebut menimbun bunker setebal 3 m dengan panas sekitar 1000 ° C. Walaupun bunker tersebut dibuat dari beton setebal 25 cm dan pintu dari besi, akan tetapi panas yang diterima sangat besar sehingga bisa masuk kedalam yang mengakibatkan 2 relawan meninggal karena suhu panas. Seorang relawan ditemukan tewas berendam dalam bak mandi, sedangkan seorang lainnya tewas didepan pintu besi.
Kini bunker tersebut sudah dibersihkan dan direnovasi sedemikian rupa sehingga dapat menjadi tujuan kunjungan wisata yang mengingatkan kita akan keganasan letusan merapi
Lokasi Kaliadem
Desa Kepuharjo Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman Provinsi Derah Istimewa Yogyakarta.
Selasa, 02 Oktober 2018
secuil syurga di pegunungan Dieng wonosobo
Dieng Plateau adalah Dataran Tinggi Dieng yang terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara. Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng merupakan daerah kunjungan wisata populer yang memiliki banyak obyek wisata Dieng andalan untuk para pelancong yang sedang mengadakan liburan mereka ke area Jawa Tengah. Dieng memiliki kekayaan alam beragam dan kekayaan pertanian melimpah.
Beraneka ragam obyek wisata Dieng dapat wisatawan temukan pada setiap langkahnya. Udara yang sejuk, pertanian luas, pegunungan indah, danau alami menanawan, sunrise cantik hingga budaya dan kulinernya yang menarik sungguh menjadi daya tarik jutaan wisatawan untuk berkunjung ke Dieng Plateau.
Sejak dahulu Dieng Plateau atau Dataran Tinggi Dieng sudah menjadi tujuan utama berwisata bagi para peziarah karena Dieng merupakan lahan yang luas dan menantang bagi para peneliti, banyak sejarah yang masih terpendam di Negeri Dieng ini. Dieng mempunyai arti tersendiri yaitu dari kata diyang atau dihyang yang mempunyai makna tempat bersemayam para Dewa
Dieng merupakan dataran tinggi yang terbentuk akibat letusan gunung-gunung berapi di sekitar Dieng bahkan Gunung Dieng itu sendiri. Secara geografis Dieng Plateau terletak di Propinsi Jawa Tengah yang masuk ke dalam dua ranah Kabupaten yaitu Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten wonosobo dengan berpembatas kali tulis yang terletak diantara Desa Dieng Kulon dan Dieng wetan. Dieng Plateau terletak pada ketinggian 2093 meter di atas permukaan laut sehingga udara di Dieng terasa dingin. Jika siang hari udara berkisar 12-17 derajad celcius, bahkan bisa mencapai suhu udara minus yang terjadi di musim kemarau dan saat inilah Dieng bersalju.
Saat ini Dieng Plateau dijadikan tujuan utama wisata alam pegunungan karena begitu banyak potensi-potensi pariwisata yang disuguhkan dari Dieng Plateau.
banyak destinasi wisata yang bisa kita explore saat kita mengunjungi kawasan dieng. Mulai dari Bukit sikunir untuk melihat matahari terbit (golden sunrice ), bagi yang suka belselfie dengan latar belakang telaga warna dieng bisa mampir ke batu ratapan angin, dan bagi yang suka explore wisata alam bisa langsung mampir kawah sikidang ataupun ke candi Arjuna.
spot selfi di baturatapan angin dengan latar belakang telaga warna
Ketika anda akan mengunjungi Dieng pastikan anda sudah merencanakanya jauh- jauh hari. Karena kita tak akan cukup untuk mengexplore kawasan dieng hanya dengan waktu satu hari saja. Siapkan perbekalan yang memadai dari pakaian hangat, obat obatan pribadi, kamera yang mendukung ,tempat dimana kita akan menginap dan makanan apa saja yang akan kita explore disini nantinya.
Tempat ngopi dan makan pagi di bukit sikunir
Saat berwisata rasanya tidaklah sempurna jika belum menyantap makanan khas Dieng Wonosobo yaitu mie ongklok. Mie berkuah kental amat cocok di santap saat udara dingin tiba dilengkapi dengan sate sapi serta tempe kemul hangatnya.






























