DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 5AD831BF
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Jumat, 08 Januari 2016

MENYUSURI SURGA YANG TERSEMBUNYI DI SINGGASANA PUTERI RENGGANIS


   Perjalanan ini dimulai dari stasiun Jebres solo turun di Malang. Di dalam kereta kami bertemu dengan rombongan pendaki dari Jakarta, yang kebetulan punya tujuan yang sama yaitu Gunung Argopuro.

Akhirnya kami memutuskan untuk bergabung menjadi satu rombongan dengan mereka. Perjalanan semakin  tambah ramai tentunya, setelah kita  gabung dengan rombongan Jakarta. Jumlah kami menjadi 12 orang sekarang.Turun dari kereta kami lanjut naik bus dari Malang ke Probolinggo. Dan sambung lagi dari Probolinggo ke alun - alun Besuki.
   Langit menjelang senja, saat kami tiba di alun2 besuki, disini kami transit sejenak menunggu angkutan ke basecamp Baderan datang.Kebiasaan penduduk lokal disini, mereka doyan banget berkumpul di pinggir taman kota untuk menikmati kopi hitam, yang rasanya tentu saja punya keunikan tersendiri dan tidak akan ditemui ditempat lain. Sambil ngopi, biasanya ditemani aneka gorengan khas besuki, yang rasanya lezat sekali hingga membuat kami pengen nambah lagi.
ALUN - ALUN BESUKI


   Suasana religius tampak sekali di kota ini, lantunan ayat- ayat suci alquran terdengar mengalun merdu dari masjid agung Besuki membelah malam di alun - alun besuki. Wanita disinipun kebanyakan juga mengenakan hijab.

Selesai makan dan jalan- Jalan di kota besuki,kami melanjutkan perjalanan ke Basecamp Baderan. Sudah jam 9 malam saat kami tiba di basecamp,kami istirahat dulu sejenak agar besok pagi bisa kembali bugar untuk mulai melakukan pendakian ke pos 1.
   Matahari pagi mulai menyingsing , burung- burung pun berkicau bersahutan seakan menyambut perjalanan kami berduabelas untuk mulai mendaki Gunung Argopuro ini . Sesekali tampak juga monyet ekor panjang sedang bercandaria diatas dahan sebuah pohon.Trek menuju pos Mata Air 1  melewati ladang penduduk memang sedikit terasa berat, Karena di sepanjang perjalanan nyaris tanpa pepohonan yang  tumbuh, Jalur setapak yang menanjak dengan sisi kiri kanan bukit dan jurang menyuguhkan pesona tersendiri dalam pendakian kali ini.

Hingga matahari terbenam kami baru sampai di Pos Mata Air 1. Acara memasak pun menjadi satu hal yang paling ditunggu setelah seharian berjibaku dengan trek yang begitu melelahkan. Selesai makan dan ngopi , Sholat maghrib dan isyak pun begitu syahdu digelar, dibawah naungan langit yang dipenuhi dengan bintang dan bulan yang terang, seakan berucap selamat datang kawan di taman langit yang indah. Malam itu kami semuanya tertidur pulas.
   Pagi perlahan menjelang, kudengar sahut sahutan burung kecil indah bernyanyi di atas dahan yang kering,suara ayam hutan juga ikut ikutan nimbrung menyambut indahnya pagi. Hari kedua Target kami adalah sampai di pos cikasur. Pos ini dulu pernah menjadi bunker tentara jepang, dan juga terdapat bekas landasan helipad, Hari kedua kami sudah mulai terbiasa dengan trek Argopuro yang menanjak dan naik turun, dan acapkali melewati beberapa padang savana yang sangat luas. Sore sebelum Maghrib kami sudah sampai di cikasur. Kami pun mandi sejenak  di sungai cikasur yang begitu jernih dan dingin.

   Hari ketiga kami memutuskan untuk membuka camp di cisentor . Camp ini hanya beberapa jam saja untuk sampai ke puncak. Baru keesokan harinya pukul 3 pagi wib, kami menjemput matahari terbit di puncak argopuro.Puncak Rengganis adalah puncak yang pertama kali kami tuju, karena disini landscap pemandanganya indah banget, dan istimewanya disini merupakan petilasan dewi rengganis yang merupakan selir prabu Brawijaya VII.Di puncak ini masih sering diadakan acara persembahan dari penduduk lokal ,sebagai bentuk ucap syukur kepada tuhan atas berkah rejeki yang diterima. Dan kami melihat sisa – sisa persembahan itu, berupa kulit kambing yang masih dipenuhi darah segar dan beberapa ceceran darah yang sepertinya belum lama ditinggalkan .
  Turun dari puncak rengganis kami lanjut ke puncak argopuro. Angin kencang seakan menyambut kami menuju puncak argopuro. Dipuncak ini terdapat reruntuhan candi yang sudah tidak beraturan bentuknya. 

Puas menikmati puncak kami segera turun .Setelah Turun dari puncak dan kembali ke cisentor, kita memutuskan untuk langsung turun ke Danau Taman Hidup. Karena perbekalan juga sudah mulai menipis. Perjalanan menuju danau taman hidup dari pos cisentor memakan waktu kira- kira 7- 8 jam. Jalur yang disuguhkan ternyata tak kalah menantang dengan jalur trek baderan. Jalur Bremi ternyata lebih sulit dan melelahkan. Di awal awal perjalanan, kami disuguhi dengan vegetasi hutan yang begitu rapat. Rumput ilalang setinggi 2 meter disisi kiri kanan jalur, seolah selalu menyambut langkah kami. Tak jarang ilalang itu menutup jalur kami. Belum lagi kalo tak sengaja menyentuh tumbuhan penyengat Girardinta palmate atau dalam bahasa lokal sering disebut dengan “jancukan” sontak sekujur tubuh yang terkena tumbuhan ini akan menjadi panas dan pedih,yang efeknya masih terasa hingga 12 jam.

   Senja mulai menjelang dan kegelapan pun sebentar lagi datang. Namun, belum ada tanda - tanda kalau danau taman hidup sudah dekat. Kami semua seolah merasakan hal yang sama. Perasaan resah dan gelisah datang bertubi- tubi memenuhi pikiran kami. Karena sampai malam yang gelap pun kami masih belum bisa keluar dari hutan, terkadang kami juga mendengar suara - suara aneh yang berasal dari balik semak - semak . Dan hal itulah yang menggelayuti pikiran kami. Walaupun kondisi capek dan lapar mendera, kami tetap fokus untuk jalan terus hingga sampai di danau Taman hidup.
   Hingga akhirnya, Setelah melaui perjuangan yang panjang, Sampailah kami di Danau taman hidup.Kira - kira sudah pukul 09.00 malam saat itu.Tak terbayang betapa bahagianya kami waktu itu, Perasaan lega dan haru menyelimuti pikiran kami. Seakan baru saja terbebas dari lingkaran penghuni rimba Argopuro. Dan acara memasakpun menjadi agenda yang ditunggu tunggu,walau hanya ada nasi dan mie rebus, kami makan Lahap sekali  waktu itu,mungkin karena Perut yang sudah keroncongan menahan lapar, setelah berjibaku seharian dengan rimbunnya hutan. Malam ini menjadi malam terindah sepanjang perjalanan kami di Argopuro.

Pagi perlahan menjelang, sayup sayup terdengar suara nyanyian burung berkicau di pagi hari yang cerah ini.  Belum puas rasanya kalau menikmati danau Taman hidup , sebelum kita mandi bareng dan bermain- main air dengan para sahabat. Terimakasih untukmu  sahabat . Tanpa terasa 7 hari sudah kita menghabiskan waktu bersama. Makan dari tempat yang sama, minum dari gelas yang sama dan tidur satu tenda bersama.
Sebelum pulang Kami mengabadikan moment kegembiraan itu dengan  berfoto bareng dan memanjatkan doa bersama. segera setelah itu kami turun gunung. Kami sudah rindu orang tua, rindu masakan yang enak. Dan rindu Hal hal indah yang telah lama kami tinggalkan  dalam 7 hari ini. Terimakasih Argopuro Atas keindahanmu .Semoga alammu tetap lestari dan terjaga dari tangan - tangan jahil manusia.










0 komentar:

Posting Komentar