DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 5AD831BF
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Sabtu, 05 November 2016

Soko Gunung , Sajian Destinasi wisata Asli Wonogiri

Menikmati gemerlip lampu kota dari atas puncak bukit 

Lokasi ini merupakan destinasi wisata baru di Wonogiri, terletak di Dusun Soko Gunung, Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota. Warga setempat saat ini mengembangkannya sebagai desa wisata. Berada di 780 Mdpl dipuncak gunung ini akan bisa memandang Waduk Gajah Mungkur secara utuh.
   DESTINASI wisata ini sekarang sudah dilengkapi dengan menara pandang setinggi 3 meter yang dijamin akan memacu adrenalin dan memanjakan mata. Karena dalam hitungan 360 derajat mata memandang akan tersaji pemandangan yang indah.

 Mas Jiwo Pogog, Adalah laki-laki kelahiran Sukoharjo  sejak sebulan terakhir telah mendampingi warga setempat untuk mengelola Dusun Soko Gunung menjadi desa wisata.
"Keunikan yang kita tawarkan selain ber-selfie diatas menara pandang yang terbuat dari bambu, kedepan kita akan membuat zero waste. Pengunjung akan kita bekali kantong plastik. Pengunjung akan membawa kembali sampahnya jika nanti turun," kata Mas Jiwo, baru-baru ini.
Desa Wisata Soko Gunung nantinya akan dibentuk beberapa komunitas. Diantaranya komunitas pecinta burung. Tugasnya yakni menjaga habitat burung yang ada di Soko Gunung. Termasuk menjaga burung-burung itu dari para pemburu.

"Sebenarnya sudah banyak tulisan dilarang berburu, tapi banyak pemburu yang ngeyel. Tapi kalau nantinya kita bikin komunitas pecinta burung yang isinya warga setempat kan jadi beda. Pemburu tentunya akan segan," tegasnya.
Selain itu, ada juga komunitas pecinta pohon. Tugasnya sama, mendata seluruh pohon yang ada di Soko Gunung, menjaganya dari para penebang liar. Termasuk mengenalkan kepada para pengunjung tentang pohon-pohon itu.
Menurut Jiwo, masih banyak ide-ide dari warga setempat untuk mengembangkan Soko Gunung menjadi Desa Wisata, termasuk menjadikannya lokasi camping. Bahkan jika nantinya ada dana yang lebih, akan dibangun juga sebuah tempat makan di tepi jurang dengan dinding tebing.


"Kita tak menjual makanan, tapi akan menjual tempat. Mungkin makan disini akan mahal, beda dengan makanan di warung biasanya padahal mungkin makanannya sama. Yang kita jual adalah pemandangan dan adrenalin, eksotisme dan romantisme makan di tepian tebing," ungkapnya. 
(iwan kawul raso)

0 komentar:

Posting Komentar