DjoeRinjani Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 5AD831BF
Djoko Sulistyo CONTACT PERSON : Indosat 085647 55 2287 / PIN BB : 2252BEF7

djoe

djoe
indahnya di puncak merapi

Sabtu, 05 November 2016

Mampir yuk ke ranukumbolonya Wonogiri ,Telaga Claket namanya


Telaga Claket

 Wonogiri, akhir-akhir ini terkenal dengan beberapa tempat wisata booming di media sosial, salah satunya adalah telaga Claket. Telaga yang tersembunyi di Colo, Ngawen, Sendangijo, Selogiri ini, airnya didominasi warna hijau, berpadu apik dengan pemandangan sekitarnya berupa bukit menjulang berwarna serupa.
Pemandangan hijau yang ada menghadirkan kesegaran khas tropis, membuat lupa akan rasa lelah setelah menempuh perjalanan 60 menit ke arah selatan dari arah Solo Baru. Kami tiba di Claket selepas waktu dzuhur, kami kira Claket akan sepi karena matahari sedang terik-teriknya. Perkiraan kami salah, dari kejauhan kami sudah dapat melihat rombongan pemancing yang setia menunggu kailnya di pinggiran Claket, dan belasan muda-mudi asyik berselfie di dermaga telaga tak peduli panas matahari kian mengganas.
Setelah memarkir sepeda motor, kami tidak langsung turun ke dermaga untuk berfoto ria. Namun, kami selonjoran dulu di gazebo yang disediakan di dekat area parkir, sambil memesan Es Teh serta Mie Ayam Bakso, di warung makan Claket Lezatos yang dikelola karang taruna Colo. Sambil menikmati hidangan, 
Telaga Claket sendiri sudah dibuka untuk tempat wisata sejak dua tahun lalu. Pemandangan indah di Claket ini dikelola oleh Komunitas tumbuh bersama, badan pemberdayaan potensi ekonomi rakyat, yang menamai diri mereka Majo Handramina (kelompok pembudidaya ikan) dan Majo sempulur (kelompok pembudidaya ternak).
Selesai makan, kami turun ke dermaga yang berada di sisi timur telaga. Harus mengantri bila ingin berfoto dengan pose duduk di ujung dermaga atau kursi bambu yang didesain membelakangi bukit Midodareni sebagai view
kursi bambu khusus selfie
Tak hanya dermaga yang menjadi spot menarik untuk berfoto. Ada bebek kayuh, rolling water yang bisa digunakan untuk beraksi dan berselfie. Dari semua itu yang menarik perhatian kami adalah lima pemuda mencoba menengahkan gethek, perahu dari bambu, ke tengah telaga. Mereka tertawa cekikikan, mencoba mengayuh gethek  dengan bambu panjang, gethek mulai bergerak perlahan dan membuat air telaga mulai beriak.
mas mas yang jadi kasir di warung makan Claketos  menjelaskan bahwa untuk naik gethek ini gratis, namun bila ingin mengayuh perahu bebek atau rolling water dikenai biaya Rp. 5.000,- per orang. “Kalau mau suasana berbeda, datang pas Senin, Selasa, Rabu malam, aka nada galatam, lomba mancing di kolam ikan sebelah timur tempat parkir itu.” Tawar Wahyudi, menyarankan kami untuk menyaksikan galatama yang dipathok Rp. 20.000,- untuk durasi mancing 1,5-2 jam. Untuk parkir, kebetulan kami datang tidak pas hari libur, maka gratis. Bagi traveler yang datang pas hari libur, siapakn uang 2.000 untuk parkir motor, dan 3.000 untuk mobil.
warung makan Claketos

 Bagi traveler yang datang dari Solo, arahkan kendaraan ke jalan Solo-Wonogiri, di ruas jalan Nguter-Wonogiri, lihat timur jalan ada pasar Jamu Nguter dengan interior khas pasar kabupaten Sukoharjo, merah. Dari pasar ini ada jalan kecil kea rah timur, teruslah berjalan ke timur menuju statisun Pasar Nguter, terus hingga sampai di DAM Colo. Dari dam Colo, Claket Riverside bisa dicapai hanya 100 meter perjalanan.

Tips Berwisata Ke Claket
1.      Waktu yang tepat untuk berkunjung ke claket adalah pagi atau sore hari. Selain bisa menikmati sensasi tenggelam dan terbitnya matahari, traveler bisa mendapatkan cuaca yang lebih mendukung.
2.      Bawalah baju ganti, jika traveler ingin bermain air di danau claket.
3.      Bawalah alat pancing, jika traveler berminat untuk memancing ikan disini. Selain itu, antara hari senin hingga rabu, lokasi wisata ini menyediakan lomba memancing bagi pengunjung.
4.      Lebih baik menggunakan kendaraan pribadi, karena transportasi umum menuju objek wisata ini sangat jarang.

0 komentar:

Posting Komentar